Emoticons For Facebook

Comments Off

Di bawah ini daftar lengkap emoticons untuk Facebook. Seperti yang anda lihat kebanyakan sudah pernah dikenal dan populer. Anda dapat tunjukkan ke temen anda bahwa anda senang, sedih, jatuh cinta atau ungkapan perasaan lain untuk menghiasi dan mengkomentari status facebook anda  menggunakan daftar emoticons facebook ini.  Tinggal pilih emoticons yang cocok saja!

Untuk mneggunakan emoticons itu kamu semua harus lakukan “Copy and Paste”, caranya klik kanan pada gambar emoticons dan pilih “Salin Gambar”. Jangan kuatir jika yg keliatan hanya kotak segi empat, ini akan diubah menjadi emoticon jika anda kirimkan pada status facebook, setelah Copy pd gambar, lalu Paste pada status, lalu Enter. Beres! Coba deh!

http://www.symbols-n-emoticons.com/
:)
Facebook Big Smile Grin Emoticon
:D
Facebook Frown Emoticon
:(
Facebook Cry Emoticon
:’(
Facebook Comments Smiley With Tongue Out
:P
Facebook Angel Smiley Symbol
O:)
Facebook Devil Smiley Emoticon
3:)
Facebook Confused Smiley
o.O
Facebook Wink Smiley
;)
Facebook Gasp Emoticon
:O
Facebook Squint Smiley
-_-
Facebook Angry Smiley
>:O
Facebook Kiss Smiley
:*
Facebook Heart Symbol
<3
Facebook Kiki Smiley
^_^
Facebook Glasses Smiley
8)
Facebook Sunglasses Smiley
8|
Facebook Shark Smiley
(^^^)
Facebook Robot Smiley
:| ]
Facebook Grumpy Smiley
>:(
Facebook Pacman Emoticon
:v
Facebook Unsure Smiley
:/
Facebook Curly Lips
:3
Facebook Penguin Smiley
<(")
Thumb Up (y) Like Facebook Emoticon
(y)
Poop - New Facebook Emoticon
:poop:
Facebook Chris Putnam Smiley
:putnam:
Facebook Cloud Icon
Umbrella Emoticon
Facebook Sun Emoticon
Broken Heart Emoticon
💔
Facebook Blue Heart Icon
💙
Green Heart Emoticon
💚
Yellow Heart Emoticon
💛
Purple Heart Emoticon
💜
Triple Heart Emoticon
󾬑
Stabbed Heart
💘
Cool heart icon
💓
Wrapped Heart Emoticon
💝
Sparkling Heart Icon
💖
Lip Mark Emoticon
💋
Lips Emoticon
👄
Emoticon in love
😍
Couple in love
💑
Star Emoticon
🌟
Stars emoticon
Facebook Music Note Emoticon
🎵
Music Notes Emoticon
🎶
Zzz Emoticon
💤
Purple Devil Emoticon
👿
Peace Fingers Emoticon
Dislike Emoticon
👎
Facebook Clenched Fist Emoticon
A-ok sign
👌
High Five Emoticon
Two hands reaching up
🙌
Muscle arm
💪
Fist Emoticon
👊
A pair of hands clapping.
👏
Finger pointing up
👆
Index finger
👉
Finger pointing left emoticon
👈
Finger pointing down Emoticon
👇
Alien Emoticon
👽
Green Monster Emoticon
👾
Party Popper
🎉
Angel Emoticon
👼
Beer Emoticon
🍺
Bell Emoticon
🔔
Balloon Emoticon
🎈
Fire Emoticon
🔥
Facebook Thunder Emoticon
Ghost Emoticon
👻
Moon Emoticon
🌙
Phone Emoticon
📞
Cocktail Glass Emoticon
🍸
Clover Emoticon
🍀
Graduation Hat
🎓
Pumpkin Emoticon
🎃
Skull emoticon
💀
Nail Polish Emoticon
💅
Wave Emoticon
🌊
Christmas Tree Emoticon
🎄
Ear Emoticon
👂
Nose Emoticon
👃
Girl with bunny ears
👯
Eyes Emoticon
👀
Bouquet Emoticon
💐
TV Emoticon
📺
Hamburger Emoticon
🍔
Guardsman Emoticon
💂
Man With Turban
👳
Santa Claus Emoticon
🎅
Policeman Emoticon
👮
Construction Worker Emoticon
👷
Princess Emoticon
👸
Blonde Girl Emoticon
👱
Older Man
👴
Older woman
👵
Baby Face
👶
Boy and girl holding hands
👫
Man and woman holding hands
🎎
Dancer Emoticon
💃
Strawberry Emoticon
🍓
Orange Emoticon
🍊
Red Apple Emoticon
🍎
Droplets Emoticon
💦
Palm Emoticon
🌴
Cactus Emoticon
🌵
Maple Leaf Emoticon
🍁
Fallen Leaf Emoticon
🍂
Fluttering Leaf
🍃
Cherry Blossom
🌸
Facebook Rose Emoticon
🌹
Tulip Emoticon
🌷
Sunflower Emoticon
🌻
Seedling Emoticon
🌱
Hibiscus Emoticon
🌺
Snake Emoticon
🐍
Bug Emoticon
🐛
Puppy Emoticon
🐶
Teddy Bear Emoticon
🐻
Monkey Face
🐵
Mouse Emoticon
🐭
Hamster Emoticon
🐹
Wolf Emoticon
🐺
Tiger Emoticon
🐯
Horse face
🐴
Pig Emoticon
🐷
Cat Emoticon
🐱
Bunny Emoticon
🐰
Poodle Emoticon
🐩
Sheep Emoticon
🐑
Penguin face
🐧
Koala Emoticon
🐨
Cow Emoticon
🐮
Wild boar Emoticon
🐗
Chicken Emoticon
🐔
Yellow Chick
🐥
Bird Emoticon
🐦
Elephant Emoticon
🐘
Horse Emoticon
🐎
Monkey Emoticon
🐒
Camel Emoticon
🐫
Octopus
🐙
Dolphin Emoticon
🐬
Whale emoticon
🐳
Tropical Fish
🐠
Fish Emoticon
🐟
Blowfish
🐡
Seashell Emoticon
🐚
Frog Face
🐸
Tongue out and winking
😜
Tongue Out Emoticon
😝
Facebook Blush Emoticon
Winking Emoticon
😉
Sad Face
😔
Unamused Emoticon
😒
Scared Emoticon
😨
Emoticon Screaming In Fear
😱
Emoticon Blowing A Kiss
😘
Emoticon crying tears of joy
😂
Red Angry Emoticon
😡
Emoticon with eyes wide open
😳
Astonished Emoticon
😲
Big Grin Emoticon
😤
Disappointed emoticon
😞
Dizzy Emoticon
😵
Emoticon Shedding Tears
😭
Angry face emoticon
😠
Present emoticon
🎁
Snowman Emoticon
PC Facebook Emoticon
💻
Tablet Or Smartphone Emoticon
📱
CD Or DVD Emoticon
📀
Carp streamers
🎏
Wind Emoticon
💨
Footprints Facebook Emoticon
🐾
Cup Of Coffee Facebook Emoticon
Anger symbol emoticon
💢

¿
¡
© ® Σ
° ϟ ¢ £ ½

Install GAUSSIAN 03 Under Linux

Comments Off

Sebenarnya sejak masuk ke lab komputasi dan bergelut dengan GAUSSIAN baik 98 maupun yang 03 saya penasaran mengapa setiap user bisa langsung menggunakan GAUSSIAN dan file-file scratchnya kok bisa langsung berada di folder /scratch. Penasaran ini masih terus terbawa sampai akhirnya saya melihat dosen saya menginstall GAUSSIAN. Kebetulan juga waktu itu ada teman yang baru saja masuk ke lab komputasi jadi oleh dosen saya diinstallkan GAUSSIAN 98. GAUSSIAN ADALAH SOFTWARE YANG HARUS DIBELI DARI gaussian, inc. saya sama sekali tidak menyarankan untuk membajak GAUSSIAN, jika tidak mampu membeli GAUSSIAN, gunakan saja software kimia komputasi yang bersifat free, bebas didistribusikan. GAUSSIAN yang digunakan di sini telah berbentuk file binary dan dipaket dalam bentuk tar.gz. Oke lah, tanpa basa basi lagi kita langsung coba.

Pertama-tama login lah dulu sebagai root atau bisa menggunakan perintah sudo.

$ su
Password:
#
kemudian pindahkan atau copy file tar.gz GAUSSIAN ke /usr/local dan kemudian ekstrak.

# cp g03.tar.gz /usr/local/
# cd /usr/local/
# tar zxfv g03.tar.gz
kemudian pindah ke /etc/profile.d
# cd /etc/profile.d/

Di sini kita akan membuat script untuk mengatur folder scratch GAUSSIAN dan agar GAUSSIAN bisa digunakan semua user di komputer kita.
Pertama-tama buat folder scratch dulu. Sebenarnya folder ini bisa di mana saja, bisa di bawah / atau di /home/user. Namun ada baiknya menempatkan folder scratch di partisi dengan kapasitas yang besar karena semakin kompleks perhitungan yang kita lakukan GAUSSIAN akan semakin membutuhkan space yang besar untuk meletakkan file-file rwf-nya. Setelah folder dibuat kemudian masuk ke /etc/profile.d dan buat 2 buah script g03.sh dan g03.csh, jika menginstall GAUSSIAN versi lain, tinggal sesuaikan saja nama scriptnya. Untuk g03.sh isinya seperti ini :
#! /bin/sh
export g03root=/usr/local
$g03root/g03/bsd/g03.profile
export GAUSS_SCRDIR=/home/$USER/scratch;
GAUSS_LFLAGS=’nodelist “linux-218f”‘
export GAUSS_LFLAGS
lalu untuk g03.csh
#! /bin/csh
setenv g03root /usr/local
source $g03root/g03/bsd/g03.login
setenv GAUSS_SCRDIR /home/$USER/scratch
setenv GAUSS_LFLAGS ‘-nodelist “linux-2i8f”‘
dua buah script ini saya ambil dari komputer teman, di mana hostnamenya linux-2i8f dan tampaknya diparalel dengan komputer lain. Setelah script ini dibuat kita perlu sedikit mengedit g03.profile dan g03.login agar sinkron dengan script yang telah kita buat tadi. Kedua file tersebut ada di folder bsd milik GAUSSIAN.
gr=$HOME
if [ "$g03root" ]
then gr=$g03root
fi
ubah folder utama GAUSSIAN dari $HOME ke /usr/local kemudian di-save. Di script g03.login juga dilakukan hal yang sama, ubah $HOME menjadi /usr/local
if ($?g03root) then
set gr=”$g03root”
else
set gr=”$HOME”
endif
Dari beberapa halaman web yang saya temui, memang terdapat beberapa cara untuk menginstall GAUSSIAN, salah satunya ada yang menyarankan jika telah terinstal adalah dengan mengetesnya dengan cara masuk ke folder g03 kemudian ./g03. Nah, jika ada pesan error semacam : error while loading shared libraries: util.so: cannot open shared object file: No such file or directory, copy util.so dan libpgc.so ke /usr/lib. Ada juga pesan eror yang menandakan bahwa file-file eksekusi GAUSSIAN tidak dikenal, maka tinggal ubah attribut semua file *.exe di folder g03 dengan cara
# chmod a+rx *.exe
Kira-kira kurang lebih begitu cara dosen saya memasang GAUSSIAN. Di web resmi GAUSSIAN, gaussian.com, terdapat system yang diperlukan untuk setiap masing-masing platform komputer begitu juga dengan library-library yang dibutuhkan, tapi ada baiknya juga jika di OS yang akan dipasang GAUSSIAN juga diinstal math library, entah BLAS, ATLAS, MKL, ACML dll. Untuk GAUSSIAN yang digunakan secara paralel dengan komputer lain, sampai saat ini saya masih belum tahu cara instalasinya, apakah sama ataukah berbeda. Jika folder scratch tidak diatur, maka secara otomatis GAUSSIAN akan membuat file-file rwf di folder tempat kita running.

IOINSTALLATION GAUSSIAN 03

  • Gaussian is a commercial software product and must be purchased from Gaussian, Inc. A CD-ROM with the Gaussian 03 Windows binary will be mailed to the customer.
  • Copy (under root) all *.taz file from your CD-ROM in /usr/local directory
  • Extract files :
    # cd /usr/local
    # tar -zxvf *.taz
  • Setup gaussian group and add authorized users to this group (under root) :
    # cd /etc
    # cp -p group groupOld
    # cp -p gshadow gshadowOld
    # groupadd -r gauss03                     “-> creation of gauss03 group”

    # usermod -a -G
    gauss03 firstuser     ” ->add the ‘firstuser’ user to the gauss03 group”
    # usermod -a -G
    gauss03 seconduser ” ->add the ‘seconduser’ user to the gauss03 group”
    by “usermod -a -G gauss03 ….” add all authorized users to this group
  • Change permissions for g03 directory
    # cd /usr/local
    # chown -R root:gauss03 g03
    # chmod -R o-rwx g03     “-> only the users of the gauss03 group are authorized to read/run g03″
    # cd g03
    # echo ‘export g03root=/usr/local’ >> g03.shrc
    # echo ‘export GAUSS_SCRDIR=$HOME/tmp’ >>
    g03.shrc
    # echo ‘. $g03root/g03/bsd/g03.profile
    ‘  >> g03.shrc
    # echo ‘setenv g03root /usr/local’ >> g03.cshrc

    # echo ‘setenv GAUSS_SCRDIR=$HOME/tmp’ >>
    g03.cshrc
    # echo ‘source $g03root/g03/bsd/g03.login
    ‘  >> g03.cshrc

Each user should execute the following orders :
echo ‘. /usr/local/g03/g03.shrc’ >> .bashrc
echo ‘source /usr/local/g03/g03.cshrc’ >> .cshrc
exit

Gaussian 03 Installation Instructions for Linux

  • Obtain Gaussian 03
    Gaussian 03 is a commercial software product and must be purchased from Gaussian, Inc. Both source code and pre-compiled binary versions of Gaussian 03 are available.
  • Setup gaussian group and add authorized users to this group
    $ su
    # cd /etc
    # cp -p group group.bak
    # cp -p gshadow gshadow.bak
    # grep 499 group
    # groupadd -g 499 gaussian
    # usermod -a -G gaussian webmo
    # usermod -a -G gaussian smith
    # usermod -a -G gaussian jones
  • Copy binary distribution from CD-ROM
    # mount /mnt/cdrom
    # cd /usr/local
    # cp -p /mnt/cdom/tar/*.TAZ .
    # umount /mnt/cdrom
  • Extract files and change permissions
    # tar xzvf *.TAZ
    # chown -R root:gaussian g03
    # chmod -R o-rwx g03
    # exit
  • Optionally, setup gaussian environment
    $ cd ~
    $ mkdir g03
    $ cd g03
    $ vi g03setup_sh
    export g03root=/usr/local
    export GAUSS_SCRDIR=/tmp
    . $g03root/g03/bsd/g03.profile
  • Optionally, run a test job from the command line
    $ cd ~/g03
    $ cp -p /usr/local/g03/tests/com/test001.com test001.com
    $ cp -p /usr/local/g03/tests/sgi/test001.log test001.log.sgi
    $ . g03setup_sh
    $ g03 < test001.com > test001.log.linux
    $ tail test001.log.sgi
    $ tail test001.log.linux

Linux System Gaussian Installation and Error TroubleShooting

Installation method in 32-bit or 64-bit Red Hat Enterprise Linux operating systems tested for the Gaussian version of Gaussian 03 C02 for PC-Linux-IA32 and g03e01-em64t and so on.
FOR IMMEDIATE RELEASE

PRLog (Press Release)Jul. 27, 2011Installation method in 32-bit or 64-bit Red Hat Enterprise Linux operating systems tested for the Gaussian version of Gaussian 03 C02 for PC-Linux-IA32 and g03e01-em64t and so on.

One would g03d02.tar.gz extract to / home / userid /, we obtain / home/userid/

g03 folder (where userid for the current user name). Extracted command: tar zxvf g03_c02_lin.taz

Two in the Linux system to install Gaussian03
1 in / home/userid/g03 / established under the scratch folder as your temporary files directory.

2 Open bashrc file. Methods:
Open a terminal, enter the command vi / home / userid / .bashrc

3 In. Bashrc file add the following statement at the end and save:
# For Gaussian.03.C02
G03ROOT = / home/userid/g03
GAUSS_EXEDIR = $ G03ROOT
GAUSS_SCRDIR = / tmp/userid/g03
LD_LIBRARY_PATH = $ G03ROOT /: $ LD_LIBRARY_PATH
PATH = $ G03ROOT /: $ PATH
export G03ROOT GAUSS_EXEDIR GAUSS_SCRDIR LD_LIBRARY_PATH PATH

Description: G03ROOT defined as g03 decompressed root directory, which is g03, l502.exe so a lot of the directory where the executable program;
GAUSS_EXEDIR for the gaussian path to the executable program, usually G03ROOT the same;
GAUSS_SCRDIR for storing temporary files directory, where the hard disk space should be relatively large, generally need to scratch in the root directory of the tmp or create their own subdirectory, it can also be set to / home/userid/g03/scratch;
LD_LIBRARY_PATH defined gaussian functions needed for the operation of some of the library location, generally with G03ROOT;
PATH is also gaussian executable path, but different functions and GAUSS_EXEDIR variables. It is a system variable that defines the future, no matter where you run gaussian03, just type “g03″ on it, eliminating the need to enter the absolute path of trouble.
Usually installed when the user only needs to modify G03ROOT and GAUSS_SCRDIR path.
If the shell is csh, edit the. Cshrc file, the variable definition is similar, but use setenv instead of export, form: setenv variable name assignment

Note: If you do not know how to edit the vi, you can enter after press “i”, then paste the above statement to the end, finished press the ESC key to finish editing the return to command state. In this state, enter “: x” or “: wq” and press Enter to save and exit. Bashrc file editing.

4 automatically returned to the terminal command line mode, enter “bash”, if you do not set an error general it means success.

Third, the method of running Gaussian03
Open terminal, cd to the directory storing the input file, input “g03 test.gjf &” to run after the carriage return, pay attention to input the background operator “&.”
After installing run the Gaussian gaussian error and possible solutions

1 appears “cannot execute binary file” error prompt
Gauss likely installed linux system with the current version does not meet the number of bits, such as Gaussian packed in 64-bit 32-bit systems will be out this error. There may be errors or operating system installation files are missing some libraries.

View the current redhat Linux version is 32-bit or 64-bit command: use getconf LONG_BIT, rather than getconf WORD_BIT. 32-bit model, generally ILP32, that int, long, pointer are 32 bits long; 64-bit model, generally LP64, that long, pointer is 64 bits, and may still be 32-bit int, it could be 64. You can also use the command “uname-a” or “uname-m”, if the result there, said the current i386 or i686 32-bit Linux systems, if the result is that there is x86_64 64-bit.

2. “Probably out of disk space” error
Specifically:
Erroneous write during file extend. Write 448 instead of 4096
Probably out of disk space.
Write error in NtrExt1: No such file or director
There may be some corresponding GAUSS_SCRDIR temporary folder permission problems with chmod 777-R foldername command can solve the permissions problem. In addition, if it is Red Hat’s case, as root, enter the following statement or in the / etc / rc.local file adding at the end:
echo 0> / proc / sys / kernel / randomize_va_space

3.no such file or directory
Installed when running the g03 a “bash: ./userid/g03/g03/bsd/g03.profile: no such file or directriy” or “g03: commands is not found” error messages, there may not be set correctly Gaussian path. According to re-set on the last re-source about bash or csh file.
In addition, if not in / tmp / file to create the file, as long as the / tmp / under a new read and write permissions to delete a directory named userid can solve the problem. userid refers to the currently logged on the computer’s user name.

Installation and configuration of Gaussian ’03

Available Information

Gaussian can be purchased on line, see the Gaussian pricing website for more information. TCP Linda is a separate part of Gaussian and can also be purchased on line.

Gaussian for Linux comes in two forms. One is the Pre-compiled Binaries version and the other is the Source Code version. For this workshop, we’re going to use the Source version, to enhance the performance and to use our “own” compiler version.

Before you begin

Please familiarize yourself with the Gaussian installation website. Take special note of the System Requirements Section.

Install the OS

If you’ve read through the Gaussian System Requirements Section, you’ll notice that for a 64Bit Intel Cluster, you’ll have to install one of the Following Operating Systems:

  • SuSE Linux 9.3
  • SuSE Linux 10.1-10.3
  • SuSE Linux Enterprise 10
  • Red Hat Enterprise Linux 4 (Updates 3,4) -or-
  • RHEL 5 (initial release)

As you can see from this list, it is very limiting. Not what you want.

Imagine that you have 5 Applications to install on your cluster.

Each Application requires a specific OS and a specific version of that OS.

You’ll end up with a cluster divided into 5 small partitions for each application.

I don’t think any cluster administrator will be happy with this configuration.

ALERT! We need another solution. We want to install Gaussian on our existing cluster with our choice of OS installed.

In this pursuit, I have personally tested the Gaussian ’03 Installation on the Following Operating Systems:

  • RHEL 5.0 (64bit and 32bit) – This is supposed to be a supported platform for G03 smile
  • Scientific Linux 5.2 (64Bit)
  • Scientific Linux 5.0 (64Bit)
  • Scientific Linux 4.6 (64bit and 32bit)
  • CentOS 5.2 (64bit and 32bit)
  • CentOS 5.0 (64Bit)
  • CentOS 4.3 (64Bit)
  • CentOS 4.4 (64bit and 32bit)
  • CentOS 4.2 – Rocks 4.2 (64bit and 32bit)
  • CentOS 5.0 – Rocks 5.0 (64Bit)

All of which failed.

The compilation goes through correctly, but the Linda execution gives an error like:

l302.exel: machine.c:365: _l_md_post_local_recv: Assertion `!local_recv_sanity' failed. eval server 0 on rspc122.ufs.ac.za has dropped it's connection.  subprocess pid = 31672 has exited. status = 0x0006, id = 0, state = 17. command was   /soft/network/gaussian/g03/linda7.2/intel-linux2.4-rh8/bin/linda_sh   /soft/network/gaussian/g03/linda-exe/l302.exel 72089600 Iso1.chk 1   /tmp/vanecka/g03/123/Gau-31664.int 0 /tmp/vanecka/g03/123/Gau-31664.rwf 0   /tmp/vanecka/g03/123/Gau-31664.d2e 0 /tmp/vanecka/g03/123/Gau-31664.scr 0   /tmp/vanecka/g03/123/Gau-31663.inp 0 junk.out 0 +LARGS 1 rspc122.ufs.ac.za   192.168.0.254 57724 1 1 .  died after signing in successfully

I guess I’m not the only person who struggled with this, or else you wouldn’t be reading this.

HELP So here’s the recipe:

  • Install Fedora Core 8 on a machine – Could be a separate machine from your cluster just use the same architecture (32/64Bit).
  • Install PGI Compiler in the same location as in your cluster (/opt/pgi) – I Recommend version 7.1-5
  • Follow one of the Installation Types as described bellow – Preferably the Installation via script
  • Follow the Copy Instructions to copy the installation to your cluster.

Install G03 – As Per Gaussian

Open a terminal an execute the following commands:

#Enter a C-Shell to execute the g03 install scripts  /bin/csh    # Set to wherever CD is mounted.  setenv mntpnt "/mnt/cdrom"           # Set g03root to the location where you want to install G03 to.  setenv g03root "/soft/gaussian"    #Make the Directory and enter the directory  mkdir $g03root  cd $g03root    #Extract the Source Code from the CD  cat $mntpnt/tar/*.taz | zcat | tar xvf -    #Change the ownership of the directory  chown :g03 -R $g03root    #Enter the Gaussian Source Code Directory  cd g03    #Set the environment  ./bsd/install  source $g03root/g03/bsd/g03.login     #Compile G03 - Will take a long time  bsd/bldg03 >&make.log    #Look if there are 80 executable files  ls $g03root/g03/*.exe    exit

Set the Environment – As Per Gaussian

You have to set the environment for the users when they log in. You could modify the “.login” and “.profile” files in the user’s home directory and add the following

For a C-Shell

# .login commands  setenv g03root "/soft/gaussian"  setenv GAUSS_SCRDIR "/scratch"  source $g03root/g03/bsd/g03.login

For a Bash Shell

# .profile commands   g03root="/soft/gaussian"   export GAUSS_SCRDIR="/scratch"   . $g03root/g03/bsd/g03.profile

Install G03 – Single User

If you have a cluster/machine where PGI is already installed and you want to install Gaussian for your personal use, you can install it as follow:

#Enter a C-Shell  /bin/csh    #Go to your home directory  cd    #Specify where to install Gaussian - You need to have write access to this path  setenv g03root "~/gaussian"    #Make the Directory and enter the directory  mkdir -p $g03root   cd $g03root     #Extract the source code  #Assumption: The source file is in you home directory  tar -zxvf ~/wkssrc.taz    #Enter the source code path  cd g03    #Set your environment  ./bsd/install  source $g03root/g03/bsd/g03.login     #Compile the Source Code - This will take a long time, especially if your home directory is on a NFS  bsd/bldg03 >&make.log    #Check if all 80 files were compiled  ls $g03root/g03/*.exe    #Set the environment for your next logins    cat >> ~/.login <<EOF  setenv g03root "\$HOME/gaussian"  setenv GAUSS_SCRDIR "/tmp/\$USER"  mkdir -p \$GAUSS_SCRDIR  source \$g03root/g03/bsd/g03.login  EOF    cat >> ~/.profile <<EOF  g03root="\$HOME/gaussian"   export GAUSS_SCRDIR="/tmp/\$USER"  mkdir -p \$GAUSS_SCRDIR  . $g03root/g03/bsd/g03.profile  EOF    exit

Install Gaussian With Installation Script

To make the installation of Gaussian a bit easier, I have compiled a script that performs most of the configuration for you. It extracts the source and compiles it for you. It also installs Linda – all in one shot! Complete the following few questions an click on the Update Script button to customize the script for your installation needs.

ALERT! Use this script at own risk, there shouldn’t be any.

General Settings    Full path where to install Gaussian:        Use something unique and descriptive here like /soft/gaussian or /home/vanecka/gaussian not just /soft nor /home/vanecka     Path where to store Scratch Files:          Linux group to associate with Gaussian:     Architecture    32 Bit Installation    64 Bit Installation    Source Code    Source Code (the .taz file) Location:       Linda (the .taz file) Location:             Portland Group Compiler Settings    PGI path:                                   Intel Compiler Options    Use the Intel Compiler                     Intel Compiler Path:                        Intel Compiler Version:                     Intel MKL Version:                          Compiler Flags:
cat > install_gaussian.csh << END_SCRIPT  #!/bin/csh -l    ###############################################################################  #  # NAME : install_gaussian.csh  #  # DESCRIPTION : This script was generated to install Gaussian onto a machine with no user input  # required. It also creates a gaussian.tar.gz file that you can use to copy to all your  # licensed nodes.  #  # AUTHORS : VanEckA.rd@ufs.ac.za  #  # NOTES : USE AT OWN RISK  #  # COPYRIGHT : This script can be freely distributed and modified.  #  ###############################################################################        ###############################################################################  #The full path to where Gaussian must be installed  setenv g03root          "/soft/gaussian"    #Path to store your temporary files  setenv scratch_path     "/scratch"    #The path to the source tar files  setenv source_location  "/installs/Gaussian/Source/tar"    #The path to the Linda source tar files  setenv linda_location   "/installs/Gaussian/Linda/tar"    #The location of your Portland Compiler  setenv pgi_root         "/opt/pgi"    #The group that will be able to use Gaussian  setenv g03_group        "g03"    #Use the Intel Compiler  setenv use_intel        "n"  setenv intel_base       "/opt/intel"  setenv intel_ver        "10.1.008"  setenv intel_mkl_ver    "10.0.1.014"    #Compiler Flags  setenv compiler_flags   "-axP -ftz -ip -O2 -xP -ftz -gcc-version=340 -no-gcc -parallel -lguide -lpthread"    #System Architecture  setenv arch             "linux86-64"  ###############################################################################    /usr/bin/clear    #Strip the trailing backslash from the g03root if it exists  setenv g03root \`echo \$g03root | rev | sed "s|^/||" | rev\`      if ( -e \$g03root ) then  if ( \`ls \$g03root|wc -l\` > 0 ) then  echo "The directory \$g03root is not empty."  echo "This script can not continue under these circumstances."  echo "If g03root is your home directory, rather use something like \$HOME/gaussian"  echo "Clean up this directory first and rerun \$0, or use a different directory."  exit 2  endif  endif    source \$pgi_root/setvars.csh    if (\$use_intel == "y") then  setenv intel_suffix ""  setenv intel_mkl_env "mklvars32.csh"    if (\$arch == "linux86-64" ) then  setenv intel_suffix "e"  setenv intel_mkl_env "mklvarsem64t.csh"  endif    source /opt/intel/mkl/\$intel_mkl_ver/tools/environment/\$intel_mkl_env  source /opt/intel/fc\$intel_suffix/\$intel_ver/bin/ifortvars.csh  source /opt/intel/cc\$intel_suffix/\$intel_ver/bin/iccvars.csh    setenv CC icc  setenv CXX icpc  setenv F77 ifort  setenv CPP 'icc -E'  setenv CXXCPP 'icpc -E'  setenv AR xiar  setenv LD ifort    alias cc 'icc '  alias cxx 'icpc '  alias f77 'ifort '  alias cpp 'icc -E '  alias cxxcpp 'icpc -E '  alias ar 'xiar '  alias ld 'ifort '    endif  #--------------------------------------------------------------------------------------------------------    set my_lib_path=""    if !(\$?LD_LIBRARY_PATH) then  set LD_LIBRARY_PATH=""  endif    if (\$?INCLUDE) then  set my_include=\`echo \$INCLUDE|sed "s/\(:\)/ -I/g"\`  set compiler_flags="\$compiler_flags -I\$my_include"  endif    if (\$?LIBRARY_PATH) then  set my_lib_path=\`echo \$LIBRARY_PATH|sed "s/\(:\)/ -L/g"\`  endif    set CFLAGS="\$compiler_flags"  set CXXFLAGS="\$compiler_flags"  set FFLAGS="\$compiler_flags"  set LDFLAGS="-L\$my_lib_path"  set CXXLDFLAGS="\$LDFLAGS"    setenv LD_LIBRARY_PATH "\$g03root/g03:\$LD_LIBRARY_PATH"    if (\`/usr/bin/id -nu\` == "root") then  echo "Adding group: \$g03_group"  groupadd -r \$g03_group > /dev/null  endif    echo ""  echo "Creating paths and extracting source:"  mkdir \$g03root -p > /dev/null  cd \$g03root  cat \$source_location/*.taz | zcat | tar xf -  if (\`/usr/bin/id -nu\` == "root") then  chgrp -R \$g03_group g03 > /dev/null  endif  cd g03    echo "#define NO_SBRK" > TempFile.c; cat bsd/mdutil.c >> TempFile.c; cat TempFile.c > bsd/mdutil.c  setenv new_string \`echo 'BLASL = -Wl,\\\$(BSDDIR)/libf77blas-ia32.a -Wl,\\\$(BSDDIR)/libatlas-ia32.a \ -L' "\$pgi_root/\$arch/7.1/lib -lblas -llapack"\`    sed -i "s%^BLASL =.*%\$new_string%g" ./bsd/i386.make  ./bsd/install >> /dev/null  source \$g03root/g03/bsd/g03.login >>/dev/null    echo ""  /bin/date  echo "Now compiling Gaussian source code"  echo "This could take a long time (>20 mins)."  echo "To monitor the progress, execute the following in an other shell:"  echo "tail -f \$g03root/g03/make.log"  bsd/bldg03 >&make.log    if (\`ls \$g03root/g03/*.exe|wc -l\` != 80 ) then  echo "There are not 80 executable files in \$g03root/g03/ as expected."  echo "It seems that the installation has not completed successfully."  echo "Please check \$g03root/g03/make.log logfile for more information."  else  echo ""  echo "Now configuring Linda."  cd \$g03root/g03  cat \$linda_location/*.taz | zcat | tar xf -  bsd/install >> /dev/null  source \$g03root/g03/bsd/g03.login >> /dev/null  echo ""  /bin/date  echo "Now Compiling Linda source code."  echo "This will take about two minutes."  mg linda >>&make.log  /bin/date  echo ""  echo "Now Creating Environment scripts."  echo ""  #Create Environment Scripts  cat > \$g03root/setvars.csh  <<EOF  #!/bin/csh    setenv g03root \$g03root  setenv GAUSS_SCRDIR \$scratch_path/\\\$USER    #############################################################  #############################################################  setenv gaussian_path "\\\${g03root}/g03"    if (\\\$?LD_LIBRARY_PATH) then  setenv LD_LIBRARY_PATH \\\${gaussian_path}:\\\$LD_LIBRARY_PATH  else  setenv LD_LIBRARY_PATH \\\${gaussian_path}  endif    source \\\$g03root/g03/bsd/g03.login    unset gaussian_path  EOF      cat > \$g03root/setvars.sh  <<EOF  #!/bin/bash    export g03root=\$g03root  export GAUSS_SCRDIR=\$scratch_path/\\\$USER    ############################################################  ############################################################  export gaussian_path="\\\${g03root}/g03"    if [ "x\\\$LD_LIBRARY_PATH" == "x" ]; then  export LD_LIBRARY_PATH=\\\$gaussian_path  else  export LD_LIBRARY_PATH=\\\$gaussian_path:\\\$LD_LIBRARY_PATH  fi    source \\\$g03root/g03/bsd/g03.profile  export PATH=\\\$PATH:\\\$g03root    unset gaussian_path  EOF    /bin/chmod 0750 \$g03root/setvars.sh  /bin/chmod 0750 \$g03root/setvars.csh    if (\`/usr/bin/id -nu\` == "root") then  /bin/chmod o-rwx \$g03root -R  /bin/chown :\$g03_group \$g03root -R  endif  endif  echo ""  /bin/date  echo ""  echo ""  echo "#########################################"  echo "# Creating tar for redistribution #"  echo "#########################################"  echo ""  cd \$g03root/../  set tar_file=\`echo \$g03root|rev|sed "s@/.*@@g"|rev\`  echo "This will take about four minutes."  echo "Creating \$g03root/gaussian.tar.gz"  tar -zcvf \$g03root/gaussian.tar.gz \$tar_file --exclude=gaussian.tar.gz  >>&make.log  if ( \$? != 0 ) then  echo "The file \$g03root/gaussian.tar.gz could not be created."  endif  cd -  echo ""  echo "#########################################"  echo "# Installation complete! #"  echo "#########################################"  echo ""  /bin/date  echo ""  END_SCRIPT

Highlight the above script, paste it in a new file (install_gaussian.csh) and execute the script in a c-shell:

/bin/csh install_gaussian.csh

Copy To Cluster

Now that you’ve compiled Gaussian on a standalone machine, you’ll need to copy the binaries to your cluster. If you’ve used the script, you should have a gausian.tar.gz file in your $g03root (/soft/gaussian) directory. If you haven’t used the script, you have to create a tar file of your Gaussian installation first.

IDEA! Note: The Update Script button in the previous section didn’t change the values in the rest of this document. You’ll have to change the paths mentioned in the rest of the document, if you changed the defaults in the previous section.

Execute the following in a shell to create the gaussian.tar.gz file only if you didn’t use the script.

#ASSUMPTION: Gaussian is installed in /soft/gaussian ($g03root)    #Use a bash shell  /bin/bash    #Set the $g03root to your installation path  export g03root=/soft/gaussian    #Change to one directory above $g03root  cd $g03root/../    #Remove the trailing / from $g03root if there is one   export g03root=`echo $g03root | rev | sed "s|^/||" | rev`    #Get the directory name where Gaussian is installed, without the upper directorynames  export tar_file=`echo $g03root|rev|sed "s@/.*@@g"|rev`    #Now create the tar file  tar -zcvf $g03root/gaussian.tar.gz $tar_file --exclude=gaussian.tar.gz    exit

IDEA! Your cluster needs to have the same version of PGI installed in the same path as you used to compile the source code.

Execute the following in a shell on your head node to extract the tar file:

###################################################  # ON THE HEAD NODE  ###################################################  #ASSUMPTION: Gaussian was installed to: /soft/gaussian  # You've created a tar file called gaussian.tar.gz in your $g03root directory  # You're using g03 as the group    #Use a bash shell  /bin/bash    #Set the g03root variable to the path where you want to install Gaussian  export g03root=/soft/gaussian    #Create the required directory  mkdir $g03root -p    #Change to the folder, one above $g03root  cd $g03root/../    #Copy the tar file from the machine where you've compiled the source  scp remote_machine:/$g03root/gaussian.tar.gz $g03root    #Extract the installation  tar -zxvf  $g03root/gaussian.tar.gz    #Change the ownership to the group associated with Gaussian  if [ `/usr/bin/id -nu` = "root" ]; then  groupadd -r g03  chown :g03 $g03root -R  else  chown :`/usr/bin/id -gn` $g03root -R  fi    #Exit the bash shell started earlier  exit    #Execute these commands on EACH NODE that requires Gaussian
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Setting the Gaussian ’03 Environment





Available Information

This section will enable you to set your Linux Environment to ensure the correct execution of Gaussian. The first section is aimed at users who are setting up Gaussian for their private use. The second part is aimed at Systems Administrators who are setting up Gaussian for all local users.

Before you begin

Before you can use Gaussian, you'll have to set some environment variables first:
  • g03root – This is the full path where your g03 directory is located.
  • GAUSS_SCRDIR – A path where temporary files are stored. This should be on fast local accessible hard drives, not a NFS.
  • LD_LIBRARY_PATH – Library path to include in your linker’s search path.
  • PATH – The search path for executables

To be able to use Gaussian in Parallel mode, you’ll have to ensure that your environment is the same on all the nodes thats going to be used for the job. If the environment is not set correctly, the job will fail with errors stating that the job could not assign all the required nodes to the job.


  1. Please follow the instructions to install Gaussian.
  2. Install Gaussian in the same path on all the nodes where you want to use Gaussian.
  3. Ensure that the Linux user IDs are the same on all the nodes that will use Gaussian – Oscar will take care of that.
  4. For TCP Linda to operate correctly, please ensure that you can SSH without using a password between nodes. Please see the password-less SSH section in the System Wide Environment settings section.
  5. Ensure that your home directories are accessible from all the nodes.
  6. Ensure that the scratch directory exists on all the nodes and that the user has write access to it.

Single User Environment

Files you'll need to modify:
  • /home/username/.login
  • /home/username/.profile
  • /home/username/gaussian/setvars.sh
  • /home/username/gaussian/setvars.csh

Every time you log in, you have to set the environment. T0 set the environment upon login, you can call some scripts that will perform this task for you. If you’re using a c-shell, Linux will execute the .login file. If you’re using a bash shell, Linux will execute the .profile file in your home directory. Knowing this, you can either set the variables in these files or you can create separate files and call them from within these files.


#ASSUMPTION: You've installed Gaussian in your home directory under a subdirectory called gaussian    #For a bash shell  #Add a line to call the execution of the environment scripts  echo ". ~/gaussian/setvars.sh" >> ~/.profile    #Add the needed contents to the setvars.sh file:  cat > ~/gaussian/setvars.sh <<EOF  #!/bin/bash  g03root="\$HOME/gaussian"   export GAUSS_SCRDIR="/tmp/\$USER"   . \$g03root/g03/bsd/g03.profile    EOF  chmod 750 ~/gaussian/setvars.sh  #################################    #For a c-shell  #Add a line to call the execution of the environment scripts  echo "source ~/gaussian/setvars.csh" >> ~/.login    #Add the needed contents to the setvars.csh file:  cat > ~/gaussian/setvars.csh <<EOF  #!/bin/csh  setenv g03root "\$HOME/gaussian"  setenv GAUSS_SCRDIR "/tmp/\$USER"  source \$g03root/g03/bsd/g03.login  EOF  chmod 750 ~/gaussian/setvars.csh

Now exit your terminal and open a new terminal. See if the g03root variable is defined:


#Open a fresh bash shell  /bin/bash    #Check if g03root is defined and is returning the correct path  echo $g03root    #Exit the new shell  exit    #############################  $Open a new c-shell  /bin/csh    #Check if g03root is defined and is returning the correct path  echo $g03root    #Exit the new shell  exit

System Wide Environment

For users to be able to use Gaussian, you'll have to set their environments on all the nodes associated with Gaussian. You can achieve this by choosing from a varietiy of options:
  • Add some scripts in the /etc/profile.d directory.
  • You may opt to synchronize the files to all nodes using the C3 package.
  • You can create environment modules and load these as needed.
  • You can use the Switcher package to manage your environment.

All of these options will work, it may however add a high level of maintenance.


Another option, the one we’re going to have a look at, is to have one single script (per shell) that calls the other environment scripts. This option is easier to implement and understand.


To ensure that you use the same version/revision of the environment scripts, I recommend using a shared drive where these scripts are stored. You may also want to associate only certain people with an application. This is achieved by adding an user to a certain group.


IDEA! We’re only going to set the environment for a bash shell. You’ll have to create a similar script for the users that use c-shell.


First we start by creating a file under the /etc/profile.d directory called software.sh


#ASSUMPTION: You're going to create a file called /etc/profile.d/software.sh    #Create the /etc/profile.d/software.sh file with the following contents  #!/bin/bash  ###############################################################################  #  # NAME : software.sh  #  # DESCRIPTION : This script sets all the environmental variables needed by the applications  # defined inside this script. The users are associated to the applications via group  # memberships.  #  # AUTHORS : VanEckA.rd@ufs.ac.za  #  # NOTES : USE AT OWN RISK  #  # COPYRIGHT : This script can be freely distributed and modified.  #  ###############################################################################    addpath ()  {  #Used to add a directory to the front or the back of the binary search path  #Remove the entry, if it already exists in the path  UnsetValue "PATH" "$1"  # If PATH is already set  if ! echo $PATH | /bin/egrep -q "(^|:)$1($|:)" ; then  if [ "$2" = "after" ] ; then  export PATH=$PATH:$1  else  export PATH=$1:$PATH  fi  fi  }    Unset()  {  #Unsets an environmental variable  if [ $# -eq 1 ]; then  if [ $1 != "PATH"  ]; then  #Separate the Variable name and the value  EXPORTS=`grep -E ".*=.*" $1 |sed -e "s|:.*||g;s|$.*||g;s|.*export ||g;s|\"||g;s|.*=$||g"|uniq|grep -E "=.*"`  for EXPORT in $EXPORTS; do  VARIABLE=`echo $EXPORT|awk 'BEGIN { FS = "="} { print $1 }'`  VALUE=`echo $EXPORT|awk 'BEGIN { FS = "="} { print $2 }'`    UnsetValue $VARIABLE $VALUE  done    unset VARIABLE  unset VALUE  unset EXPORT  unset EXPORTS  fi  fi  }    Source()  {  #Executes a script, if the script is readable  if [ $# -eq 1 ]; then  if [ -r $1 ]; then  Unset $1  source $1  fi  fi  }    UnsetValue()  {  #Unsets a variable's value, if that specific value was defined  if [ $# -eq 2 ]; then  VAR=`set|grep "^$1="|sed -e "s|\($2\)||g;s|$1=||g;s|'||g;s|\"||g;s|:::|:|g;s|::|:|g;s|^:||g;s|:$||g"` #'  export $1="$VAR"  unset VAR  else  unset $1  fi  }    isMember()  {  #Check if an user is a member of a certain group  local IS_MEMBER=""  if [ $# -eq 1 ]; then  #Get the list of groups an user is a member of  IS_MEMBER=`/usr/bin/id -nG|grep -io $1`  if [ "$IS_MEMBER" = "$1" ]; then  UnsetValue "SOFTWARE_MEMBER" "$1"  if [ "X$SOFTWARE_MEMBER" = "X" ]; then  export SOFTWARE_MEMBER="$1"  else  export SOFTWARE_MEMBER="$SOFTWARE_MEMBER:$1"  fi  echo "true"  else  echo "false"  fi  fi  unset IS_MEMBER  }    Main()  {  addpath /opt/maui/bin  addpath /soft/network/general/bin    declare BLAST_PATH="/soft/local/Blast"  declare GAMESS_PATH="/soft/local/Gamess_US/"  declare CRYSTAL_PATH="/soft/local/Crystal"  declare BEAM_PATH="/soft/local/beam"  declare ADF_PATH="/soft/network/ADF"  declare PGI_PATH="/opt/pgi"  declare G03_PATH="/soft/gaussian"  declare GATE_PATH="/soft/network/Gate"    MEM_BLAST=`isMember "blast"`  MEM_GAMESS=`isMember "gamess"`  MEM_GATE=`isMember "gate"`  MEM_CRYSTAL=`isMember "crystal"`  MEM_BEAM=`isMember "beam"`  MEM_ADF=`isMember "adf"`  MEM_PGI=`isMember "pgi"`  MEM_G03=`isMember "g03"`    if [ "$MEM_PGI" = "true" ]; then  Source $PGI_PATH/setvars.sh  fi      if [ "$MEM_G03" = "true" ]; then  Source $G03_PATH/setvars.sh  fi    if [ "$MEM_BLAST" = "true" ] ; then  addpath "$BLAST_PATH/bin" "before"  mkdir ~/blast/data -p  echo "[NCBI]" > ~/.ncbirc  echo "Data=\"~/blast/data\"" >> ~/.ncbirc  fi    if [ "$MEM_GAMESS" = "true" ]; then  addpath "$GAMESS_PATH"  alias rungms="$GAMESS_PATH/rungms "  fi    if [ "$MEM_GATE" = "true" ]; then  export ROOTSYS="$GATE_PATH/root"  addpath "$ROOTSYS/bin"  fi    if [ "$MEM_CRYSTAL" = "true" ]; then  Source $CRYSTAL_PATH/setvars > /dev/null  fi    if [ "$MEM_BEAM" = "true" ]; then  Source $BEAM_PATH/setvars.sh  fi    if [ "$MEM_ADF" = "true" ]; then  Source $ADF_PATH/setvars.sh  addpath "$ADF_PATH/bin" "before"  fi    if [ "X$SOFTWARE_MEMBER" = "X" ]; then  unset SOFTWARE_MEMBER  fi    unset G03_PATH  unset BEAM_PATH  unset BLAST_PATH  unset GAMESS_PATH  unset CRYSTAL_PATH  unset PGI_PATH  unset GATE_PATH    unset MEM_G03  unset MEM_PGI  unset MEM_BEAM  unset MEM_CRYSTAL  unset MEM_GAMESS  unset MEM_BLAST  unset MEM_GATE  }    destructor()  {  unset Source  unset isMember  unset UnsetValue  unset Unset  unset Main  unset addpath  unset destructor  }      if [ $SHELL == "/bin/bash"  ]; then  Main  fi    destructor  ###############################################################################

Submitting Gaussian Jobs


Before you begin

Gaussian reads default settings from 3 sources. The defaults it reads are only applied if it doesn't affect the results but only the execution time. Each file will override its predecessor's defaults.
Gaussian reads defaults from the following files:
  1. $g03root/g03/Default.Route – System wide defaults
  2. `pwd`/Default.Route – User defined defaults in the current working directory
  3. Input File’s Route Section
Some Useful Defaults that could be set:
!Set the default SCF algorithm  -#- SCF=Conventional    !Set the maximum allowed scratch space  -#- MaxDisk=800MB     !Set the default number of processors to eight  -P- 8    !Set the default amount of memory  -M- 640MB

The Input File

An input file resembles something like this:

Link 0 Section - CPU,Memory, Hard drive specifications  Route Section - Starts with # and specifies the calculation type  <blank line>  Title Section - A brief description of the application  <blank line>  Molecule specification  <blank line>  Optional Additional Specification Sections  <blank line>
An example of the format:
!Link 0 section   %Chk=heavy    !Route section  #HF/6-31G(d) Opt=ModRedundant    !Title Section  Opt job    !Molecule Specification section   0    1    !atomic coordinates …  !Add a bond and an angle to the internal   !coordinates used during the geom. opt.  3 8  2 1 3
For more information regarding input files, see the on-line input file manual.

Running Jobs

If you've purchased Gaussian with Linda support, you can run jobs in either serial or parallel mode. A serial job is any job that only runs on only one machine at a time. Even if the job is running on more than one CPU, it is still seen as a serial job.
To differentiate between a serial and a parallel you need to specify the number of nodes to use in the input file. If you want to run a job in parallel mode add the following into the Link 0 of your input file.
Here's an example of a serial job:
echo "This job will run on one machine using a total of eight CPUS"  cat > serial.gjf <<EOF  %Chk=water   #RHF/6-31G(d)    water energy     0  1   O   H  1  1.0   H  1  1.0  2  120.0     EOF
To be able to run this job on more than one node, add the %NProcLinda definition to the input file, and define the nodes where the job should run.
echo "This job will run on three machines using a total of 24 CPUS"  cat > parallel.gjf <<EOF  %Chk=water   %NProcLinda=3  #RHF/6-31G(d)    water energy     0  1   O   H  1  1.0   H  1  1.0  2  120.0     EOF    echo "Now define the nodes where to run"  cat > tsnet.nodes <<EOF  node0008  node0009  node0010  EOF
Now that you have two example input files, you may execute them.
echo "Executing first job, displaying output to the screen"  g03 < serial.gjf    echo "Executing job again, saving output to a log file for later use"  g03 < serial.gjf > results.log    echo "Executing the parallel job, saving the output to a file"  g03l < parallel.gjf > result02.log

Submitting Jobs

In the Running Jobs section above, you saw how to execute a job on a shell directly. You may do this if you don't have access to a cluster that has a queuing system installed. However, this will limit you in the amount of jobs that you can submit at once and you'll have to keep your terminal open for the duration of the job run.
It is suggested that you should submit your jobs to a batch queue. Below is a script that could be used to submit jobs to a PBS queue. It could easily be adapted to submit to a SGE queue. This script has its own defaults defined when submitting to it. These values are only used for the queuing system and it won't modify your Gaussian input files. You'll still have to define the required resources in the Gaussian file too.
The "submit" script could be used for a number of applications and is written in such a way to make the addition of other applications easier. For help using this script, an user could just type "submit --help" in a terminal and get more information about its usage. This script should be placed in a location on the Head Node where everyone has access to execute it and its location should be in the users' path. It is not necessary to have this script available to all the nodes.

Copy the contents below, and modify the settings as needed.
#!/bin/bash  ###############################################################################  #  # NAME : submit  #  # DESCRIPTION : This script is used to submit jobs to a queuing system and to   # set the correct environment variables  #  # AUTHORS : VanEckA.rd@ufs.ac.za  #  # NOTES : USE AT OWN RISK  #  # COPYRIGHT : This script can be freely distributed and modified.  #  ###############################################################################    CONFIG_PATH=/soft/network/general/etc                        #Path to the System Wide configuration file  CONFIG_FILE=hpc.conf                                         #Name of the System Wide configuration file  AVAILABLE_APPS=(gaussian crystal adf beam gate)              #A list of applications configured in this script    #### Define your System Wide Site Defaults ####  Default_Nodes=1  Default_Time="01:00:00"  Default_Mem="950Mb"  Default_Queue="add"  Default_App="gaussian"  Default_CPU_Per_Node=8  Default_Scratch="/scratch/$USER"  Default_Config=$0  ###############################################    SetupApplications()  {  #This function is called to change the default settings for each specific application  #This function is called without any parameters    CheckDefaults    case $JOB_TYPE in  "gaussian"|"g03")                                         #Possible names that users may use for this application  APP_NODE_TYPE="gaussian"                              #Type of node to be used for the Queuing system  APP_PATH="/soft/gaussian"                            #Full path to the application  APP_ENV_FILE="$APP_PATH/setvars.sh"                   #A script that is called to set the environment before app. is executed.  APP_EXECUTION_SCRIPT="$APP_PATH/linda.sh @INPUTFILE"  #How the application is called with @INPUTFILE as a placeholder for the file.  APP_INPUT_SUFIX="com gjf"                             #List of extensions associated with this application.  APP_SCRATCH_NAME="GAUSS_SCRDIR"                       #The name of the variable to set for scratch space.  RegEx_Time="^%NProcLinda= ^%NProcL="                  #Regular expression used to search for Walltime from inputfile.  RegEx_CPU_Per_Node="^%NProcShared="                   #Regular expression used to search for Number of CPUs from inputfile.  ;;                                                        #End of case Statement    "adf")  APP_NODE_TYPE="adf"  APP_PATH="/soft/network/ADF"  APP_ENV_FILE="$APP_PATH/setvars.sh"  APP_EXECUTION_SCRIPT="\$ADFBIN/adf -n $JOB_CPUS < @INPUTFILE > @WORKDIR/@APP_NAME.out;mv TAPE21 @WORKDIR/T21-07.@APP_NAME"  APP_INPUT_SUFIX="inp"  APP_SCRATCH_NAME=""  ;;  esac      ###############################################################################  # IT IS NOT RECOMMENDED TO MODIFY THE REST OF THE SCRIPT. USE AT OWN RISK. #  ###############################################################################      CheckInputFile    if ! [ -w $APP_WORKDIR ]; then  echo ""  echo "You do not have access to save a file in the current directory."  echo ""  APP_WORKDIR=$HOME/$APP_NODE_TYPE  fi    APP_WORKDIR=$APP_WORKDIR/$APP_NAME    if [ -e "$APP_WORKDIR" -a -d "$APP_WORKDIR" ]; then  APP_WORKDIR=$APP_WORKDIR.$APP_DATE  fi    APP_EXECUTION_SCRIPT=`echo $APP_EXECUTION_SCRIPT|sed -e "s%@INPUTFILE%$APP_INPUT%g" -e "s%@WORKDIR%$APP_WORKDIR%g" -e "s%@APP_NAME%$APP_NAME%g" -e "s%;%\n%g" `  APP_SCRATCH="$APP_SCRATCH/$APP_NAME.$APP_DATE"    }  #----------------------------------------------------------------------------------------      ############# Error Codes ############  ERR_INPUTFILE=2  ERR_APPLICATION=3  ######################################    ####### Set the Default values #######  Options=$@  JOB_TIME=$Default_Time  JOB_NODES=$Default_Nodes  JOB_QUEUE=$Default_Queue  JOB_MEMORY=$Default_Mem  JOB_CPU_PER_NODE=$Default_CPU_Per_Node  JOB_CPUS=$Default_CPU_Per_Node  JOB_TYPE=$Default_App    JOB_INPUTFILE=""  JOB_INPUTFILE_SUFFIX=""  PBS_CONTENT=""  ######################################    ###Define the Application settings##  APP_NODE_TYPE=""  APP_PATH=""  APP_ENV_FILE=""  APP_SCRATCH=""  APP_INPUT_SUFIX=""  APP_NAME=""  APP_WORKDIR=`pwd`  APP_DATE=`date +%Y-%m-%d-%H.%M.%S`  ######################################  #----------------------------------------------------------------------------------------    ReadConfig()  {  #Usage:  # ReadConfig [Search_For] [Default_Value] [ConfigFile]    if [ $# -eq 3 ]; then   search=`echo $1|sed "s/\"//g"`  tmp_Value=""  if [ -e $3 -a -f $3 ]; then  tmp_Value=`cat $3|grep -i $search |sed "s/$search=//ig"|sed "s/\"//g"`  fi  if [ "x$tmp_Value" == "x" ]; then  tmp_Value=$2  fi  echo $tmp_Value  else  echo ""  fi  }  #----------------------------------------------------------------------------------------    SetDefaults()  {  JOB_TIME=$Default_Time  JOB_NODES=$Default_Nodes  JOB_QUEUE=$Default_Queue  JOB_MEMORY=$Default_Mem  JOB_CPU_PER_NODE=$Default_CPU_Per_Node  JOB_CPUS=$Default_CPU_Per_Node  JOB_TYPE=$Default_App  APP_SCRATCH=$Default_Scratch  }  #----------------------------------------------------------------------------------------    ReadDefaults()  {  CONF_FILE_ORDER="$CONFIG_PATH/$CONFIG_FILE $HOME/.$CONFIG_FILE"  for use_conf_file in $CONF_FILE_ORDER; do  Default_Time=`ReadConfig Default_Time $Default_Time $use_conf_file`  Default_Nodes=`ReadConfig Default_Nodes $Default_Nodes $use_conf_file`  Default_Queue=`ReadConfig Default_Queue $Default_Queue $use_conf_file`  Default_Mem=`ReadConfig Default_Mem $Default_Mem $use_conf_file`  Default_CPU_Per_Node=`ReadConfig Default_CPU_Per_Node $Default_CPU_Per_Node $use_conf_file`  Default_CPU_Per_Node=`ReadConfig Default_CPU_Per_Node $Default_CPU_Per_Node $use_conf_file`  Default_Scratch=`ReadConfig Default_Scratch $Default_Scratch $use_conf_file`  Default_App=`ReadConfig Default_App $Default_App $use_conf_file`  if [ -f $use_conf_file ]; then  Default_Config=$use_conf_file  fi  done  SetDefaults  }  #----------------------------------------------------------------------------------------    Usage()  {  #Display the usage to the user.  ReadDefaults  echo "Usage:"  echo ""  echo "  `basename $0`[options {arguments}] inputfile"  echo ""  echo "   ....WHERE options consist of the following:"  echo ""  echo "          -a {Application}    : Application name                            [Default=$Default_App]"  echo "                                Available applications                      [${AVAILABLE_APPS[@]}]"  echo "          -m {Memory}         : The amount of memory reserved per processor [Default=$Default_Mem]"  echo "          -n {Nodes}          : Number of nodes                             [Default=$Default_Nodes]"  echo "          -p {Processors}     : The number of processors per process        [Default=$Default_CPU_Per_Node]"  echo "          -q {Queue}          : Specify the name of the PBS queue to use    [Default=$Default_Queue]"  echo "          -t {Time}           : The estimate duration of the job (hh:mm:ss) [Default=$Default_Time]"  echo "          -h,--help           : Displays this help screen"  echo ""  echo "  NOTE: The -a option is mandatory."  echo "        If an option is not specified, the default value will be used."  echo ""  echo "  Defaults are applied in the following order:"  echo "          1. $HOME/.$CONFIG_FILE - if it exists"  echo "          2. $CONFIG_PATH/$CONFIG_FILE - if it exists"  echo "          3. $0"  echo ""  echo "          Defaults were read from: $Default_Config"  echo ""  echo "Template config file for $HOME/.$CONFIG_FILE:"  echo "#My Cluster Defaults"  echo "Default_App=gaussian"  echo "Default_Time=05:00:00"  echo "Default_Nodes=1"  echo "Default_Queue=add"  echo "Default_Mem=750Mb"  echo "Default_CPU_Per_Node=8"  echo "Default_Scratch=\"/scratch/\$USER\""  echo ""  echo "Example:"  echo ""  echo "  `basename $0` -a ${AVAILABLE_APPS[0]} -n 4 -t 10:30:00 -m 500Mb MyFile.inp"  echo ""  echo "  This example will execute ${AVAILABLE_APPS[0]} reserving 4 nodes for 10 and a half hours"  echo "  with 500Mb RAM per process, using MyFile.inp as input."  exit 1  }  #----------------------------------------------------------------------------------------    UnloadAll()  {  #Cleans up the unwanted variables defined in this script  unset JOB_TIME    unset SetDefaults  unset isMember  unset ReadDefaults  unset ReadConfig  unset JOB_CPUS  unset JOB_CPU_PER_NODE  unset JOB_MEMORY  unset JOB_NODES  unset JOB_QUEUE  unset JOB_TIME  unset Default_CPU_Per_Node  unset Default_Mem  unset Default_Nodes  unset Default_Queue  unset Default_Scratch  unset Default_Time  unset Main  unset UnloadAll    if ! [ "x$1" == "x" ]; then  echo "Error: $1"  echo "For help, type:"  echo "`basename $0` --help"  exit $1  fi  }  #----------------------------------------------------------------------------------------    CheckInputFile()  {  #Check if the InputFile exists and is valid    if [ -e "$JOB_INPUTFILE" ]; then  APP_INPUT=$JOB_INPUTFILE  else    Found_Sufix=""  for sufix in $APP_INPUT_SUFIX; do  if [ -e "$JOB_INPUTFILE.$sufix" ]; then  APP_INPUT_SUFIX=$sufix  Found_Sufix=$sufix  fi  done    if ! [ "x$Found_Sufix" == "x" ]; then  APP_INPUT_SUFIX=$Found_Sufix  fi    if [ -e "$JOB_INPUTFILE.$APP_INPUT_SUFIX" ]; then  APP_INPUT=$JOB_INPUTFILE.$APP_INPUT_SUFIX  else  echo "Neither file \"$JOB_INPUTFILE.$APP_INPUT_SUFIX\" nor \"$JOB_INPUTFILE\" exists."  echo "Please make sure about the filename and try again."  UnloadAll $ERR_INPUTFILE  fi  fi    if [ -e "$JOB_INPUTFILE" -a -e "$JOB_INPUTFILE.$APP_INPUT_SUFIX"  ]; then  APP_INPUT=$JOB_INPUTFILE.$APP_INPUT_SUFIX  fi    if ! [ -f "$APP_INPUT" -o -L "$APP_INPUT" ]; then  echo "The input file specified ($APP_INPUT) is not a file."  echo "Please specify a valid file."  UnloadAll $ERR_INPUTFILE  fi    for sufix in $APP_INPUT_SUFIX; do  APP_NAME=`echo $APP_INPUT|sed "s/\.$sufix//g"`  done    }  #----------------------------------------------------------------------------------------    CheckDefaults()  {  #This function ensures that the defaults that were specified, are indeed valid.    #Job CPUs = Default CPUS per Node x Total Nodes Requested  JOB_CPUS=`dc -e "$Default_CPU_Per_Node $JOB_NODES *p"`    if [ $JOB_CPUS -lt 1 ]; then  if [ $Default_CPU_Per_Node -lt 1 ]; then  JOB_CPUS=1  else  JOB_CPUS=$Default_CPU_Per_Node  fi  fi    if [ $JOB_NODES -lt 1 ]; then  if [ $Default_Nodes -lt 1  ]; then  JOB_NODES=1  else  JOB_NODES=$Default_Nodes  fi  fi  }  #----------------------------------------------------------------------------------------    GeneratePBSFile()  {  #This function generates a batch queue submitting script.      SetupApplications  mkdir -p "$APP_WORKDIR"  CURRENT=`pwd`    cd "$APP_WORKDIR"  cp "$CURRENT/$APP_INPUT" .    tmp_nodetype=""  if ! [ "x$APP_NODE_TYPE" == "x" ]; then  tmp_nodetype=":$APP_NODE_TYPE"         #Add a ":" infront of the nodetype  fi    export JOB_NAME=`echo "$APP_NAME"|sed "s| ||g" | sed  "s|(|_|g"|sed "s|)|_|g"`  cat > "$APP_NAME.pbs" << EOF  #!/bin/bash -l    #PBS -N $JOB_NAME  #PBS -l nodes=$JOB_NODES:ppn=${JOB_CPU_PER_NODE}${tmp_nodetype}  #PBS -l walltime=$JOB_TIME  #PBS -M $USER  #PBS -S $SHELL  #PBS -m abe  #PBS -o $APP_WORKDIR/$APP_NAME.output  #PBS -e $APP_WORKDIR/$APP_NAME.error    rshcmd="/usr/bin/ssh -n"    export np=$JOB_CPUS  export SCRATCH=$APP_SCRATCH    if [ -e "$APP_ENV_FILE" ]; then  source "$APP_ENV_FILE"  fi    cd "$APP_WORKDIR"  cat \$PBS_NODEFILE| sort -u > nodelist    #Create the scratch paths on all executing nodes  MACHINES=\`cat nodelist\`  for machine in \$MACHINES; do  \$rshcmd \$machine "mkdir -p \$SCRATCH"  done    ###########################################################  # Specific scripts for $JOB_TYPE  ###########################################################    #Override the Scratch Path if it was set  if ! [ "x$APP_SCRATCH_NAME" == "x" ]; then  export "$APP_SCRATCH_NAME=\$SCRATCH"  fi    $APP_EXECUTION_SCRIPT    ###########################################################    #Cleanup the Scratch  for machine in \$MACHINES; do  \$rshcmd \$machine "/bin/rm -rf \$SCRATCH"  done    exit 0  EOF    #Now submit the generated script to a queue  # if ! [ `whoami` == "vanecka" ]; then  /opt/pbs/bin/qsub "$APP_NAME.pbs"  # fi  cd $CURRENT  }  #----------------------------------------------------------------------------------------    Main()  {  ReadDefaults  GeneratePBSFile  echo ""  echo "Application : $JOB_TYPE"  echo "Walltime    : $JOB_TIME"  echo "Nodes       : $JOB_NODES"  echo "Input File  : $APP_INPUT"  echo "Queue       : $JOB_QUEUE"  echo "Memory      : $JOB_MEMORY"  echo "App_name    : $APP_NAME"  echo "Your output will be saved to: $APP_WORKDIR"  echo ""    }  #----------------------------------------------------------------------------------------    #Get the options from the command line  OPTIND=1  while getopts "a:h:n:t:q:m:p:-help" args; do  case "$args" in  'a'     ) JOB_TYPE=$OPTARG;;  'm'     ) JOB_MEMORY=$OPTARG;;  'n'     ) JOB_NODES=$OPTARG;;  'p'     ) JOB_CPU_PER_NODE=$OPTARG;;  'q'     ) JOB_QUEUE=$OPTARG;;  't'     ) JOB_TIME=$OPTARG;;  'h'|'?'|'-help' ) Usage;;  esac  done    if [ "$OPTIND" -gt "$#" ]; then  echo "A input file must be specified."  echo "Please try again and specify an inputfile."  UnloadAll $ERR_INPUTFILE  fi    if [ "x$JOB_TYPE" == "x" ]; then  echo "Application was not specified."  echo "Please specify an application from the following list:"  for app in ${AVAILABLE_APPS[@]}; do  echo "      $app"  done  UnloadAll $ERR_APPLICATION  fi    shift $((OPTIND - 1))  JOB_INPUTFILE=$1    Main  UnloadAll  exit 0

Graphical Tools

To create an input file could be a daunting task. Especially for students. To complicate things further, some students aren't familiar with a Linux file system either. To ease the task of creating an input file and to interpreted your results afterwards, one can use some graphical tools to assist you. One of these packages that could be used is GaussView. GaussView is tightly integrated into Gaussian. This package is unfortunately also a separate commercial package and needs to be purchased separately. Gaussian also has a list of other packages on their website that could be used. It is worth having a look at some of these packages.
A package that is not listed on this website is called Gabedit. We're going to have a closer look at this application. Gabedit is free-ware and thus you don't have to purchase any license to use it. Gabedit has a version that runs under Windows and one that runs on Linux. This makes it a very attractive package to use. Furthermore, this application supports a variety of input file types. It makes it easy to convert a certain input file for one application to the correct format for another. This means that you could have a Gamess input file and you could easily convert it to a Gaussian input file.

  • Gabedit Geomatry:
    Gabedit01.jpg
Some of the supported Computational Chemistry Suites:
  • Gamess
  • Gaussian
  • Molcas
  • Molpro
  • Mopac
  • MPQC
  • PCGamess
  • Q-Chem
Gabedit also allows you to submit a job to a queuing system. It has build-in support for PBS, SGE, LSF and LoadLeveler? it also allows you to define other queuing systems if needed.

  • Gabedit – Gaussian Input:
    Gabedit02.jpg
Gabedit also makes it easy for you to manage your projects in a graphical interface. You can for instance submit a job to a cluster and later on pull your results onto your computer, all from inside Gabedit. There are however still a few "bugs" or lack of features in this package, but being a free application - one can overlook these shortcomings.

  • Gabedit Run Menu:
    Gabedit03.jpg


  • Gabedit License Agreement:
    Gabedit04.jpg

Muslim yang Tadabbur Al Quran dan Tafakkur Alam

Comments Off

قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ-١٠١

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi.

Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”.(Yunus: 101)

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`ân untuk (menjadi) pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran? [al-Qomar/54:17,22,32,40]

Ta’rif

Tadabbur ialah melihat dan memperhatikan kesudahan segala urusan dan bagaimana akhirnya. Tafakkur lebih diartikan pemusatan hati atau pikiran ke dalil. Sementara tadabbur memusatkan perhatian ke kesudahan.

Ibnu Abdil Barr meriwayatkan di dalam Jami’ul-Ilm, dari Ali Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Ketahuilah, tidak ada kebaikan dalam ibadah yang di dalamnya tidak ada pendalaman ilmu. Tidak ada kebaikan dalam ilmu yang di dalamnya tidak ada pemahaman. Tidak ada kebaikan di dalam bacaan yang di dalamnya tidak ada perhatian.

Dasar

1. Surat Ali Imran:190-191

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ﴿١٩٠﴾

(Ali Imran:190) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴿١٩١﴾

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran:191)

2. Surat Al Alaq 1-5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ﴿١﴾

(Al Alaq:1)Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ﴿٢﴾

(2)Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ﴿٣﴾

(3)Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ﴿٤﴾

(4)Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ﴿٥﴾

(5)Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Iqra yang diterjemahkan dengan perintah “membaca” semata-mata bukan hanya ditujukan kepada pribadi Rasulullah SAW, tetapi juga untuk umat manusia sampai akhir zaman. Menurut Quraisy Shihab dalam bukunya Tafsir Al Amanah: ” kata ‘Iqra’ diambil dari kata kerja “qaraa” yang mempunyai arti beraneka ragam antara lain, menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-cirinya.

Apa yang harus dibaca? Pada ayat tersebut tidak terdapat obyek spesifik yang harus dibaca. Dalam kaidah tafsir dikatakan suatu kata yang dalam susunan redaksi yang tidak disebut obyeknya, maka obyek yang dimaksud bersifat umum.

Quraisy Shihab menyimpulkan karena kata iqra digunakan dalam arti membaca, menelaaah, menyampaikan dan sebagainya dan karena obyeknya bersifat umum, maka obyek kata tersebut mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut, baik yang merupakan bacaan suci maupun bukan, atau yang menyangkut ayat-ayat tertulis maupun yang tidak tertulis, sehingga hal ini mencakup telaah terhadap alam raya, masyarakat dan diri sendiri.

قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. (Yunus 101)

Secara singkat yang harus dibaca adalah ayat-ayat kitabiyyah (qauliyyah, Alquran) dan ayat-ayat kauniyah yaitu alam raya dan fenomenanya.

Untuk membaca semua ayat-ayat di atas diperlukan ilmu pengetahuan. Kata “qalam” selama ini diterjemahkan dengan pena. Menurut Quraisy Shihab, yang dimaksud dengan pena di sini adalah hasil dari pena tersebut yang berarti tulisan. Sedangkan tulisan Allah itu tidak lain adalah Alquran dan alam raya. Menurut Fahmi Basya, qalam adalah gejala atau fenomena yang ada di alam raya.

Jadi untuk membaca alam raya dengan fenomenanya ini Allah telah membekali manusia dengan pengajaran melalui fenomena atau karakter qalam, karena manusia telah dibekali dengan hidayah pikiran dan piranti lainyya, sehingga tercipta iptek yang bermanfaat bagi manusia, sebagai perwujudan tugas khalifah di muka bumi.

وَلَقَدْ تَرَكْنَاهَا آيَةً فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ﴿١٥﴾

Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar: 15)

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ﴿٢٧﴾

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. (Shaad 27)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.(Al Baqarah: 30)

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ﴿٣١﴾

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” (Al Baqarah 31)

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ﴿١٣

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.(Al Jatsiyah:13)

Kejayaan IPTEK Muslim

Muslim pernah berjaya di bidang iptek sekitar abad VIII sampai abad XIII. Tradisi keilmuan umat Islam yang dipelopori oleh al Kindi (filosuf penggerak dan pengembang ilmu pengetahuan) yang berprinsip bahwa seorang muslim dapat memperoleh ilmu pengetahuan dari sumber manapun asalkan tidak bertentangan dengan akidah dan syariat Islam. Dengan prinsip tersebut, kaum muslim berlomba-lomba mencari ilmu pengetahuan ke berbagai penjuru dunia. Sains yang berasal dari Yunani, Persia, India, Cina dikembangkan oleh muslim menjadi sains yang Islami, sehingga membawa kejayaan peradaban muslim kurun pertama sebelum kejatuhan Baghdad.

Ilmuwan Muslim Abad VIII – IX:

  1. Jabir ibnu Hayyan: bapak ilmu kimia, pendiri laboratorium pertama

  2. Al Khawarizmi: matematikawan

  3. Al Kindi: filosuf penggerak dan pengembang ilmu pengetahuan

  4. Abu Syuja: ahli aljabar tertua

  5. Ibnu Masawayh: dokter spesialis diet

  6. Al Farghani: astronom yang karyanya banyak diterjemahkan

  7. Tsabit bin Qurran: ahli geometri yang membahas waktu matahari

  8. Al Battani: astronom

  9. Habasy AlMarwazi: astronom

  10. Zakariyya ar Razi: dokter penemu penyakit cacar dan darah tinggi

Ilmuwan Muslim Abad X:

  1. Abu Qasim az Zahrawi: ahli bedah yang reputasinya melebihi Galen dan Socrates

  2. Al Farabi: komentator Aristoteles

  3. Al Masudi: sejarawan pengembara

  4. Ibnu Aamajur: astronom pencatat perjalanan bulan

  5. Ibnu Rusta: astronom yang teorinya berdasarkan Alquran

  6. Abu Dulaf: penyair ahli logam

  7. Ibnu Juljul: penulis biografi dan ahli kedokteran

  8. Al Khazin: ahli matematika yg memecahkan soal-soal Archimides

  9. Abu Wafa: astronom dan matematikawan pengembang trigoneometri

  10. Al Khawarizmi: penulis ensiklopedi berbagai disiplin ilmu

Ilmuwan Muslim Abad XI:

  1. Ibnu al Haytsam: ahli fisika yang disegani Bacon, da Vinci dan Keppler

  2. Ibnu Hindu: penyair dan dokter

  3. Al Kharki: penulis paling orisinal di bidang aritmatika

  4. Ibnu Irak: guru al Birruni yang ahli astronomi dan matematika

  5. Al Birruni: eksperimentalis

  6. Ibnu Sina: raja dirajanya dokter, penemu macam-macam ilmu

  7. Ibnu Yunus: penemu pendulum 600 tahun sebelum Galileo

  8. Ibnu Jazzar: dokter yang mengarang buku obat-obatan

  9. Ibnu Wafid: ahli farmakologi yg menyelidiki obat bius

  10. Ibnu Zuhr: keluarga sarjana

  11. Ibnu Saffar: penulis sejumlah tabel astronomis

  12. Abu Ubayd al Bakri: ahli ilmu bumi terbesar abad XI

Ilmuwah Muslim Abad XII:

  1. Umar Khayyam: pencipta rubaiyyat dan ahli aljabat

  2. Ibnu Bajjah: ahli filsafat dan ahli musik

  3. Al kharaki : astronom, matematika dan geografi yang idenya dikutip Roger Bacon

  4. Ibu Jazla: dokter, sekretaris Imam Hanafi

  5. Ibnu al Kasysyab: ilmuwan

  6. Al Idrisi: ahli geografi

  7. Al Khazini: ahli meteorologi dan dokter ternama yang memaparkan teori gravitasi

  8. Jabir bin Aflah: astronom pembangun observatorium pertama

  9. Ibnu Ghalib: ahli geografi dan sejarawan yang menulis sejarah Spanyol

  10. Abu Khayr: ilmuwan ahli tumbuhan

  11. Ibnu Rusyd: perintis ilmu kedokteran umum

  12. Ibnu Thufayl

Ilmuwah Muslim Abad XIII:

  1. Al Bitruji: astronom yang mengenalkan teori gerak spiral

  2. Ibnu Hubal: dokter yang penyair

  3. Ibnu Sa’ati: dokter yg ahli pembuat kunci

  4. Abdul Lathief ahli anatomi yang mengambangkan studi pertulangan

  5. Ibnu al Baythar: dokter hewan, farmakolog dan penemu 300 macam obat-obatan

  6. Ibnu Abi Ushaybiah: ahli sejarah kedokteran

  7. Al Kzawini: ahli ilmu falak dan geografi

  8. Said al Maghribi: penyair ahli sejarah

  9. Abi Mahasin: dokter spesialis mata

  10. Ibnu al Banna: sarjana serba bisa

  11. Ibnu Nafis: Ibnu Sina kedua

Ilmuwah Muslim Abad XIV:

  1. Ibnu Khaldun: sejarawan muslim bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologidan ekonomi

  2. Tercatat hanya 4 orang ilmuwan muslim

Ilmuwah Muslim Abad XV:

Tercatat hanya 3 orang ilmuwan muslim

Ilmuwah Muslim Abad XVI:

Ilmuwah Muslim Abad XVII:

Ilmuwah Muslim Abad XVIII:

Ilmuwah Muslim Abad XIX:

Tercatat hanya 2 orang ilmuwan muslim

Ilmuwah Muslim Abad XX:

  1. Prof. Dr. Abdus Salam (Pakistan): ahli fisika pemenang Nobel 1979, Penghargaan Nobel itu didasarkan atas jasanya dalam mengubah kejumudan konsepsi tentang gaya-gaya. Salam termasuk orang pertama yang mengubah pandangan pasialisme para fisikawan dalam melihat kelima gaya dasar — gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, gaya kuat yang menahan proton dan neutron tetap berdekatan, serta gaya lemah yang bertang jawab terhadap lambatnya reaksi peluruhan inti radioaktif — yang berperan di alam ini.

    Dalam pidato penganugerahan Nobel Fisika di Karolinska Institute, Swedia, Abdus Salam mengawalinya dengan ucapan basmalah. Di situ ia mengaku bahwa riset itu didasari oleh keyakinan terhadap kalimah tauhid. “Saya berharap Unifying the Forces dapat memberi landasan ilmiah terhadap keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa,” kata penulis 250 makalah ilmiah fisika partikel itu.

    Dalam makalah Faith and Science, Salam menegaskan bahwa pemahaman sains masa kini sesungguhnya tidak bertabrakan dengan pemikiran metafisika dalam pemahaman agama. “Masalah itu setidak-tidaknya tidak akan terjadi dalam Islam.” Konsep kosmologi modern yang sedang dikembangkan untuk memahami teori penciptaan alam semesta, menurutnya, kini dapat dipahami semakin dekat dengan konsep penciptaan yang diisyaratkan Alquran.

    “Saya muslim karena saya percaya dengan pesan spiritual Alquran. Alquran banyak membantu saya dalam memahami Hukum Alam, dengan contoh-contoh fenomena kosmologi, biologi dan kedokteran sebagai tanda bagi seluruh manusia,” kata Abdus Salam dalam satu sidang UNESCO di Paris, 1984.

  2. Prof. B.J. Habibie: bidang kedirgantaraan

Penyebab Mundurnya IPTEK di Kalangan Umat Islam

Prof. Dr. Abdus Salam mengatakan: “ matinya kegiatan sains di kalangan umat Islam lebih banyak disebabkan oleh faktor-faktor internal” dan sebagian faktor eksternal seperti penghancuran oleh bangsa Mongol.

Kita sering mendengan ungkapan dari cendekiawan muslim maupun ulama bahwa penemuan-penemuan ilmiah yang paling mutakhir ada diungkap di dalam Al quran dengan bahasa simbolik, tetapi faktanya yang menemukan bukan orang Islam. Kaum muslim baru sadar bahwa prinsip ilmu itu ada di dalam Al Quran setelah ilmu itu diketemukan oleh non muslim. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kaum muslim selalu tertinggal dalam perkembangan iptek dan datang terlambat menafsirkan kebenaran ilmu dari AlQuran. Padahal di dalam AlQuran terdapat 750 ayat kauniyyah.

Beberapa kemungkinan penyebab kemunduran:

  1. Generasi ilmuwah terdahulu kurang mempersiapkan generasi berikutnya

  2. Generasi berikutnya cepat puas terhadap hasil ilmuwan sebelumnya tanpa berusahan menciptakan inovasi baru.

  3. Para penguasa negara Islam kurang mendukung perkembangan iptek

Persyaratan bangkitnya IPTEK di dunia Islam

  1. Umat Islam harus menyadari dan memahami kembali bahwa tugas kekhalifahan kita tidak lain adalah memakmurkan bumi dengan berupaya menciptakan bayang-bayang surga di bumi.

  2. Umat Islam harus mampu menangkap pesan-pesan yang terkandung dalam wahyu yang pertama kali turun, yaitu Iqra’. Kalau sekedar membaca ayat kitabiyyah biasanya menggunakan kata-kata tilawatan.

  3. Kaum muslimin harus menyadari dan memahami bahwa sebanyak 750 ayat kauniyyah adalah hampir seperdelapan ayat AlQuran, sehingga semestinya umat Islam menjadikan kegiatan ilmiah sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan umat Islam.

  4. Alquran sangat menekankan keunggulan orang alim.

  5. Para ahli tafsir Alquran bekerja sama dengan para ilmuwan untuk menafsirkan isyarat ilmiah yang ada dalam Alquran.

  6. Para pengasuh pondok pesantren mulai membuka diri terhadap iptek

  7. dll.

Contoh fakta-fakta di Alquran dan di alam

  1. Allah SWT berfiman:

    وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ﴿٢٥﴾

    (Al Hadid: 25)… Dan Kami turunkan (ciptakan) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) ….

    Allah SWT menggunakan kata “anzalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Departemen agama menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berarti “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Sistem tata surya (bumi) tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

    Besi disebut-sebut sebagai logam yang mengandung banyak manfaat (Q.S Al-Hadid [57]: 25), sebagai contoh benda yang paling keras (Q.S Al-Isra’ [17]: 51), sebagai zat yang berwarna merah jika dipanaskan sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96), menjadi bahan pokok untuk membuat barang-barang lainnya seperti baju besi (baju perang, Q.S Saba’ [34]: 10-11), dan menjadi alat penyiksaan di neraka (Q.S Al-Hajj [22]: 21).

Besi memiliki 8 isotop yaitu:

Al-Hadid adalah surat ke-57 dalam al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil.

1. 52Fe Waktu Paruh 8.3 jam
2. 54Fe Stabil
3. 55Fe Waktu Paruh 2.7 tahun
4. 56Fe Stabil
5.
57Fe Stabil
6. 58Fe Stabil
7. 59Fe Waktu Paruh 54.5 hari
8. 60Fe Waktu Paruh 1.500.000 tahun

56Fe 91.72% Fe stabildengan 30 neutron
57Fe 2.2% Fe stabildengan 31 neutron
58Fe 0.28% Fe stabildengan 32 neutron

  1. Ayat qauliyyah berkaitan dengan kauniyyah

    وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴿٤٩﴾

    Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (Q.S Al-Dzariyat [51]: 49

    سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ﴿٣٦﴾:

    Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Q.S Ya Sin [36]: 36)

Baca tentang penemuan positron setelah ditemukannya elektron, Diract telah meramalkan adanya partikel pasangannya elektron sebelum positron ditemukan.

Pada 1928 Dirac mempelajari gabungan teori relativitas khusus dengan teori kuantum sehingga menghasilkan teori elektron yang memungkinkan penjelasan spin dan momen magnetik elektron serta meramalkan keberadaan elektron yang bermuatan positif (positron). Partikel ini ditemukan Carl Anderson dariAmerika Serikat pada 1932.

Positron adalah antipartikel atau antimateri dari elektron. Positron memiliki muatan listrik sebesar +1.6 x 10^19, spin ½, dan massa yang sama dengan elektron. Ketika sebuah positron berenergi rendah bertumbukan dengan elektron berenergi rendah, akan terjadi pemusnahan dan menghasilkan dua foton sinar gamma.

Temuan positron ini memunculkan wacana baru anti-partikel, setiap partikel mempunyai pasangan anti-partikelnya. Proton yang bermuatan  positif mempunyai pasangan anti proton yang bermuatan negatif, neutron mempunya pasangan anti neutron yang sama bermuatan nol. Anti proton dan anti neutron ditemukan pada tahun 1955 dan 1957. Pasangan positron – elektron, proton – anti protron, neutron – anti neutron merupakan pasangan partikel – anti partikel.

  1. Timah dan tembaga disebut Al-Qur’an sebagai bahan pelengkap konstruksi sebuah bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96) serta ter yang dalam Surah Ibrahim [14]: 50) disebutkan sebagai pakaian penghuni neraka.

  2. Al-Qur’an juga menyebutkan adanya sebuah benda yang mungkin bisa disebut sebagai “atom” dan benda lain yang lebih kecil dari atom (Q.S Al-Zalzalah [99]: 7-8) dalam kaitannya dengan nilai perbuatan manusia. Tidak ada satupun yang tersembunyi dari Tuhan, apakah itu lebih besar atau lebih kecil daripada atom (Q.S Saba’[34]:22).

  3. Dalam Al-Qur’an ditemukan pula keterangan tentang reaksi- reaksi exothermal dan endothermal dalam hubungannya dengan pemanasan benda tertentu yang dikemukakan dalam konteks hukum neraka (Q.S Al-Kahfi [18]: 29; Al-Hajj [22]: 21 dan Ibrahim [14]: 50; dalam hubungannya dengan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96; deskripsi hari kebangkitan (Q.S Al-Ma’arij [70]: 8-9); serta makanan penghuni neraka (Q.S Al-Dukhan [44]: 45-46).

  4. Bahkan istilah “kimia” (alkimiya, perubahan benda) diberikan pertama kali oleh orang arab. Diantara nama-nama sarjana Muslim yang tercatat dalam sejarah peradaban Islam sebagai ahli kimia antara lain: Jabir ibn Hayyan, Jabir Al-Jusi, Utarid ibn Muhammad Al-hasib, ‘Utsman ibn Swayed,Dzu Al-Nun Al-Mishriy, Muhammad Ibn Zakariyya Al-Razi, Al-Farabi, Ibn Sina, ‘Abd Al-Hakim Muhammad Al-Kathi, Abu Maslamah Al-Majriti, ‘Abd Qasim Al-Qusyairy, ‘Abd Al-Hasan Al-Jayyani, Syams al-Din Al-Buni, Muhammad ibn Al-Hajji Al-Tilmisani, ‘Abd Al-Qasim Al-Iraqi, Izz Al-Din Aidamur Al-Jildaki dan ‘Ali Bek Al-Izniqi.

  5. إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ﴿٤٩﴾

    Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.(AlQamar:49) → Hukum Perbandingan Tetap.

Kimia dalam Al Quran

Comments Off

ILMU KIMIA DALAM AL-QURAN

Afzalur Rahman,2007. Ensiklopediana Ilmu Dalam Al-Qur’an: Rujukan Terlengkap Isyarat-Isyarat Ilmiah Dalam Al-Qur’an. Cetakan II (Penerbit Mizania PT Mizan Pustaka: Bandung) Bab 26 hal. 356-361

Ilmu Kimia juga mendapatkan perhatian dan dorongan dari Al-Qur’an untuk dikembangkan. Manusia dan seluruh lingkungan hidupnya terbentuk dari elemen-elemen dan subtansi-subtansi yang tergabung menjadi sebuah ikatan kimia menurut hukum Allah. Manusia sendiri tercipta dari tanah liat kemungkinan melalui sebuah proses kimia interaktif antara berbagai unsur dalam tanah yang bekerja menurut hukum-hukum Allah melalui proses perubahan dan kombinsi tertentu. Penciptaan langit dan bumi dalam enam “periode” dan penciptaan alam semesta dari air juga terjadi menurut hukum kombinasi dan perubahan yang diciptakan Allah Swt. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menuturkan bagaimana Tuhan menciptakan langit, bumi, manusia, dan sebagainya, memberikan petunjuk yang kuat kepada para ilmuwan tentang membuat subtansi baru dengan menggabungkan berbagai unsur dan tentang kemungkinan mempelajari rekasi kimia dari penggabungan unsure-unsur itu dengan berbagai proporsinya. Ayat berikut mengemukakan kekuatan “pewarnaan” yang dilakukan Tuhan dan memberikan inspirasi kepada para ilmuwan untuk melakukan proses kimiawi dengan mencampurkan berbagai unsur kimia dengan proporsi tertentu untuk membuat hal yang mirip dengan itu.

Sibghah Allah dan siapakah yang lebih baik sibghah-Nya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nyalah kami menyembah (Q.S Al-Baqarah[2]:138)

Kemudian, perhatikan pula bagaimana proses penciptaan manusia yang menjadi titik sentral studi para teolog, filsuf, dan ilmuwan berabad-abad lamanya:

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (Q.S Al-An’am [6]: 2)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk (Q.S Al-Hijr [15]: 26)

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjdaikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan. Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikuarangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesunggguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah (Q.S Al-Fathir [35]:11)

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembangbiak (Q.S Al-Rum [30]:20)

Ayat-ayat tersebut mengundang perhatian kea rah proses penciptaan manusia terutama berhubungan dengan telaah tentang terjadinya reaksi kimiawi dari subtansi-subtansi yang menjadi bahan baku penciptaannya dan pengaruhnya terhadap perilakunya sebagai makhluk hidup.

Penciptaan alam semesta dan semua benda yang ada di dalamnya diuraikan dalam ayat berikut:

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati.” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusan-Nya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami menjadikannya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (Q.S Fushshilat [41]: 11-12)

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman ?(Q.S Al-Anbiya’ [21]: 30)

Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ‘arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah):”Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati.” Niscaya orang-orang kafir itu akan berkata:’ini tidak lain adalah sihir yang nyata.’”(Q.S Hud [11]: 7)

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (Q.S Al-Dzariyat [51]: 49)

Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Q.S Ya Sin [36]: 36)

Ayat-ayat diatas dan ayat-ayat lain yang serupa dalam Al-Qur’an mengajak manusia memikirkan dan merenungkan proses penciptaan yang dilakukan Allah dengan berbagai konteksnya dan mendorong manusia mengadakan eksperimen tentang interaksi antarberbagai subtansi yang berbeda, serta mengadakan studi tentang perubahan-perubahan kimiawi yang memunculkan subtansi baru dan seterusnya.

Bagaimana reaksi kimiawi benda-benda yang tidak bernyawa dapat menghasilkan makhluk hidup yang bernama manusia? Komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam tanah menjadi bahan dasar penciptaan manusia? Dan, reaksi dari unsur-unsur apa saja yang menghasilkan makhluk yang mulia itu? Pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang serupa dengan itu menggerakkan minat para ilmuwan berabad-abad lamanya untuk mengadakan eksperimen-eksperimen yang mencoba mengungkap rahasia bagaimana makhluk hidup terbentuk dari berbagai unsur. Ayat-ayat berikut memberikan inspirasi lebih jauh untuk melakukan penelitian lebih lanjut:

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (Q.S Al-An’am [6]: 95)

Katakanlah:”Siapakah yang member rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab:”Allah.” Maka katakanlah:”Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”(Q.S yunus [10]: 31)

Ayat-ayat seperti itu tentu saja menunjuk pada kemungkinan ditemukannya subtansi yang lebih unggul dan lebih bermanfaat lewat percampuran berbagai unsur, dan bahkan kemungkinan menemukan sebuah bentuk kehidupan yang merupakan hasil interaksi kimiawi dari beberapa komponen yang beranekaragam. Singkatnya, ayat-ayat tersebut jelas-jelas menggugah manusia agar melakukan penelitian lebih jauh dan lebih mendalam mengenai persoalan ini.

Al-Qur’an merujuk fenomena-fenomena alamiah yang dapat dijumpai manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ayat-ayat ini boleh jadi telah menarik perhatian manusia untuk mempelajari berbagai elemen dan reaksi kimiawi yang ada di dalamnya:

… padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan diantaranya ada yang meluncur jatuh, … (Q.S Al-Baqarah [2]: 74)

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizing Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamanya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (kami) bagi orang-orang yang bersyukur (Q.S Al-A’raf [7]: 58)

Aspek kimia madu merupakan petunjuk abadi bagi para ilmuwan untuk mengungkap keajaiban Tuhan yang mengubah struktur, sifat, dan kegunaan berbagai unsur kimiawi dalam kombinasi yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Allah berfirman:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibuat manusia.” Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S Al-Nahl [16]: 68-69)

Bagi ahli kimia, ini merupakan indikasi yang jelas bahwa campuran unsur-unsur tertentu bisa menghasilkan unsur yang baru sama sekali tidak berhubungan dengan unsur-unsur asalnya dalam hal sifat, zat, atau dampaknya.

Sebagaimana telah dikemukan pada urain sebelumnya, Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan atau kitab kimia dalam pengertian harfiahnya. Akan tetapi, Al-Qur’an adalah kitab petunjuk bagi umat manusia. Dalam berbagai konteks, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dan sekaligus menjadi gudang ilmu pengetahuan serta menjadi pintu pembuka untuk melakukan penelitian tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, dalam Al-Qur’an di sana-sini kita temukan ayat-ayat yang mendorong pembacanya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kimia.

Untuk itu, tidak mengherankan jika para ilmuwan Muslim memperoleh inspirasi yang amat besar dari Al-Qur’an untuk mengembangkan ilmu ini. Misalnya, dengan berbagai konteks yang berbeda kita temukan dalam Al-Qur’an tentang emas dan perak sebagai logam mulia (Q.S Ali ‘Imran [3]: 14 dan Al-Taubah [9]: 34), sebagai barang perhiasan yang mewah (Q.S Al-Zukhruf [43]: 33-53), dan sebagai tanda karunia Allah yang akan diberikan kepada para penghuni surga (Q.S Al-Hajj [22]: 23 dan Al-Kahfi [18]: 31).

Besi disebut-sebut sebagai logam yang mengandung banyak manfaat (Q.S Al-Hadid [57]: 25), sebagai contoh benda yang paling keras (Q.S Al-Isra’ [17]: 51), sebagai zat yang berwarna merah jika dipanaskan sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96), menjadi bahan pokok untuk membuat barang-barang lainnya seperti baju besi (baju perang, Q.S Saba’ [34]: 10-11), dan menjadi alat penyiksaan di neraka (Q.S Al-Hajj [22]: 21).

Demikian pula dengan timah dan tembaga yang disebut Al-Qur’an sebagai bahan pelengkap konstruksi sebuah bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96) serta ter yang dalam Surah Ibrahim [14]: 50) disebutkan sebagai pakaian penghuni neraka.

Al-Qur’an juga menyebutkan adanya sebuah benda yang mungkin bisa disebut sebagai “atom” dan benda lain yang lebih kecil dari atom (Q.S Al-Zalzalah [99]: 7-8) dalam kaitannya dengan nilai perbuatan manusia. Tidak ada satupun yang tersembunyi dari Tuhan, apakah itu lebih besar atau lebih kecil daripada atom (Q.S Saba’[34]:22). Dalam Al-Qur’an, ditemukan pula keterangan tentang reaksi-reaksi exothermal dan endothermal dalam hubungannya dengan pemanasan benda tertentu yang dikemukakan dalam konteks hukum neraka (Q.S Al-Kahfi [18]: 29; Al-Hajj [22]: 21 dan Ibrahim [14]: 50; dalam hubungannya dengan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96; deskripsi hari kebangkitan (Q.S Al-Ma’arij [70]: 8-9); serta makanan penghuni neraka (Q.S Al-Dukhan [44]: 45-46).

Ayat-ayat diatas dan ayat-ayat lain yang serupa dengan itu menjadi inspirasi besar bagi para ilmuwan Muslim untuk mengembangkan ilmu kimia. Bahkan istilah “kimia” (alkimiya) diberikan pertama kali oleh orang arab. Diantara nama-nama sarjana Muslim yang tercatat dalam sejarah peradaban Islam sebagai ahli kimia antara lain: Jabir ibn Hayyan, Jabir Al-Jusi, Utarid ibn Muhammad Al-hasib, ‘Utsman ibn Swayed,Dzu Al-Nun Al-Mishriy, Muhammad Ibn Zakariyya Al-Razi, Al-Farabi, Ibn Sina, ‘Abd Al-Hakim Muhammad Al-Kathi, Abu Maslamah Al-Majriti, ‘Abd Qasim Al-Qusyairy, ‘Abd Al-Hasan Al-Jayyani, Syams al-Din Al-Buni, Muhammad ibn Al-Hajji Al-Tilmisani, ‘Abd Al-Qasim Al-Iraqi, Izz Al-Din Aidamur Al-Jildaki dan ‘Ali Bek Al-Izniqi.

Fakta Kimia Dalam Al-Qur’an

Selain tentang tauhid, hukum-hukum, dan kisah-kisah, al-qur’an menyimpan banyak hal menarik di dalamnya. Dari sekian banyak bukti-bukti empiris tentang kebenaran al-qur’an, masih banyak rahasia-rahasia dalam al-qur’an yang mungkin belum bisa terpecahkan. Prediksi tentang beberapa kejadian di masa depan termaktub dalam al-Qur’an. Hal ini termasuk fakta-fakta sains dalam al-Qur’an yang memperkuat kenyataan bahwa al-Qur’an benar-benar didesain oleh sesuatu yang Maha Hebat dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu yaitu Allah SWT.

Banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang telah menunjukkan fakta-fakta ilmiah yang sesuai dengan ayat-ayat al-Qur’an. Harun Yahya adalah salah seorang yang masyhur mengungkap rahasia al-Qur’an tentang science baik tentang astronomi, embriologi, geologi, fisika, biologi, dan lain-lain.

Saya termasuk salah seorang yang ‘gereget’ terhadap bukti-buksi science dalam al-Qur’an. Masih banyak fakta menarik tentang kimia yang belum disentuh Harun Yahya dalam sekian banyak tulisannya. Yang mashur tentang kimia dalam alqur’an adalah mengenai firman Allah tentang besi dalam surat Al-Hadid. Al-Hadid merupakan surat ke-57 dalam al-Qur’an yang merupakan surat pertengahan dari keseluruhan surat (114 surat). Alhamdulillah, sejak saya kuliah di jurusan kimia, saya sudah hafal surat ini. “Barang siapa yang membaca surat Al-Hadid, Al-waqiah, dan Ar-Rahman maka dia akan dipanggil sebagai penghuni syurga firdaus” (Al-hadits), asyik nggak?. Gak perduli shahih, hasan, atau dhaifnya, yang jelas hadits ini memotifasi saya untuk menghafal dan membacanya setiap hari, gak rugi kan?. Beramal dengan mengetahui keutamaannya, kita akan semangat mengamalkan. Yang terpenting kita tidak memakai hadits maudhu (palsu) dalam beramal. Kalaulah memang dhaif, hadits-hadits mengenai keutamaan (bukan mengenai hukum) toh dianjurkan untuk diamalkan sebagaimana pernyataan imam Nawawi rah.a., apalagi jika shahih. Hadits ini saya ambil dari kitab Fadhilah Qur’an yang dikarang syaikhul hadits Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi rah.a., seorang hafidz, ulama, dan ahli hadits.

Alhamdulillah, sore itu aku shalat ashar berjamaah di mesjid al-Huna Husnul Khotimah. Namun, Innalillaahiwainnailaihi roji’un… ketika sholat, terbayang olehku gambar tabel periodik unsure kimia. He..he.. sholatnya kurang khusyu. MaasyaAllah, terbayang nomor atom besi itu 26 dan massanya 56 di tengah-tengah tabel. Setan berbisik, “massa besi dalam tabel periodik adalah 56, wah sama dengan nomor surat al-hadid yaitu 56? hebat nggak?” hati ini menjawab, bukannya al-hadid itu 57? ar-rahman kan 55, al-waqiah 56, baru setelah itu al-hadid, berarti 57!. Salah kali! (hati ini dipenuhi keraguan). Tapi karena menyadari sedang sholat, hati ini mengusahakan untuk segera membuang fikir-fikir lain selain tawajjuh pada Allah. “Pwuah!…pwuah!…pwuah!” aku berisyarat meludah ke sebelah kiri. Sebagaimana dalam hadits, apabila merasa diganggu syetan ketika sholat, boleh berbuat seperti itu dalam shalat. Tapi tidak perlu pakai mbrr…mbrr… khoeck chuah! Itu seperti dukun dan bias membatalkan shalat he..he.. Setelah sholat selesai, segera aku menuju kantor guru MTs, membuka komputer dan melampiaskan penasaran tentang itu semua.

Fakta ke-1
Allah SWT berfiman:  “…Dan Kami ciptakan besi….” (QS. Al-HAdid, 57:25)
Allah SWT menggunakan kata “anzalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Depag menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berarti “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. Hal ini yang dahulu pernah juga sempat dikatakan oleh Neil Amstrong.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Besi : 26Fe
Istilah besi oleh orang inggris disebut sebagai “iron”, oleh orang arab disebut dengan “hadid” orang francis menyebutnya ”fer” dan orang spanyol “hierro”. Supaya tidak membingungkan, maka telah disepakati bahwa dunia sains menamakan besi dengan “Ferrum” (Fe) dari bahasa latin. Dan hal ini berlaku untuk semua nama atom, semuanya diambil dari bahasa latin (bahasa amerika selatan).
Ada rahasia apa dibalik keputusan Allah SWT dalam memberi nama salah satu surat di al-qur’an dengan memakai satu nama atom atau logam dalam sistem periodik unsur. Kita akan sedikit memabahasnya.

Fakta ke-2 : Isotop Besi
Besi memiliki 8 isotop yaitu

52Fe Waktu Paruh 8.3 jam
54Fe Stabil
55Fe Waktu Paruh 2.7 tahun
56Fe Stabil
57Fe Stabil
58Fe Stabil
59Fe Waktu Paruh 54.5 hari
60Fe Waktu Paruh 1.500.000 tahun

Al-Hadid adalah surat ke-57 dalam al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil. Ini bukanlah kebetulan. Nomor surat ini dirancang oleh Allah yang maha mengetahui.

Fakta ke-3 : Energi Ionisasi.
Energi ini dibutuhkan oleh suatu atom untuk menjadi ion. Fe umumnya dapat berbentuk ion Fe2+ (ferro) dan Fe3+(ferri). Tahukah kamu? tubuh kita hanya mengkonsumsi Fe2+ (ferro) dari makanan. Besi jenis Ferro inilah yang bayak terkandung dalam makanan seperti daging-dagingan dan makanannya Popeye (Spinach alias bayam), termasuk obat-obatan suplemen penambah zat besi seperti sangobion, sulfaferosus, dan lain-lain. Kata ahli gizi, sebaiknya sayur bayam jangan dibiarkan lebih dari semalam, gak bagus untuk dimakan. Tetapi jarang diantara kita yang mengetahui alasannya. Ternyata, dalam beberapa jam ferro akan segera berubah menjadi ferri. Ferri di dalam tubuh adalah sampah, tubuh kita tidak mau mengambilnya karena sifat sudah berubah. Sama halnya jika besi sudah berubah menjadi karat, berubahlah sifatnya.
Perubahan Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+(ferri) ini menghasilkan energi ionisai sebesar 2957 kJ mol-1. 29 adalah jumlah seluruh ayat pada surat al-hadid. 57 adalah nomor suratnya. Allahuakbar!

Fakta ke-4 Penjumlahan Massa Seluruh Isotop

Besi memiliki 8 isotop (kembaran) yaitu 52Fe,54Fe,55Fe,56Fe,57Fe,58Fe,59Fe,60Fe. Jika seluruh massanya dijumlahkan maka 52+54+55+56+57+58+59+60 = 451. Kata “besi” ada pada surat ke-57 dan ayat ke-25. Jumlah kata dalam surat al-Hadid dari ayat 1 sampai dengan 25 adalah 451!

Fakta ke-5 Jumlah Kata dalam surat al-hadid
Jumlah kata dalam al-hadid adalah 574. 57 adalah nomor surat al-hadid dan 4 adalah jumlah isotop besi yang stabil.

Jika ada yang lebih teliti lagi, mungkin akan ditemukan fakta yang lebih banyak lagi. Selamat mencoba.

ILMU KIMIA DALAM AL-QURAN

Kimia merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang muncul sejak munculnya pemikiran ilmuan secara ilmiah, Kimia (dari bahasa Arab: كيمياء, atau kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, atau khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.

Di dalam Al-Qur’an terdapat kandungan yang merujuk pada fenomena-fenomena alamiah yang dapat dijumpai manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ayat-ayat ini juga telah menarik perhatian manusia secara tidak langsung untuk mempelajari berbagai elemen dan reaksi kimiawi yang ada di dalamnya, di antaranya yaitu ayat-ayat yang berhubungan dengan  kejadian manusia, kejadian alam yang lain :

Proses penciptaan manusia dan tindak balas yang  berlaku dari bahan yang terlibat semasa penciptaanya

“Dan sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”

[Al-Hijr:26]

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari air mani, Kemudian dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.”[Faathir:11]
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, Kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.”[Ar-Ruum:20]

Penciptaan alam semesta serta reaksi yang terlibat

“Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.”[Al-Fushshilat:11]

“Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”[Al-Fushshilat:12]

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”[Al-Anbiyaa’:30]

Dorongan untuk umat Islam melakukan eksperimen mengkaji fenomena yang berlaku

 

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka Mengapa kamu masih berpaling?”[A-An’am:95]

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”     [Yunus:31]

Unsur-unsur atau elemen yang terdapat pada sesuatu kejadian

 

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, Karena takut kepada Allah. dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”

[Al-Baqarah:74]

“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya Hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”

[Al-A’raaf:58]

Unsur kimia di dalam madu petunjuk kepada kekuasaan Allah merubah struktur, sifat dan kegunaan berbagai unsur.
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang Telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”[An-Nahl:68-69]

 

Atas dasar tersebut, sebagian ilmuwan Muslim telah banyak berjasa dalam pengembangan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), khususnya ilmu kimia. Setelah menerjemahkan dan mempelajari tulisan-tulisan tentang alkimia, baik dari Yunani maupun dari Mesir, ahli kimia Muslim menyadari bahwa alkimia yang dilakukan oleh orang-orang Yunani dan Mesir pada zaman purba itu bersifat spekulatif bercampur mistik. Oleh karena itu para ahli kimia Muslim menentangnya dan mereka melakukan eksperimen yang kemudian menghasilkan zat- zat kimia baru yang dikenal antara lain sebagai: asam, basa, alkohol, dan garam. Istilah alkali untuk basa berasal dari kata Arab “al-kali” yang berarti abu tumbuhan, dan natrium hidroksida adalah basa penting yang telah dibuat oleh ilmuwan Muslim. Eksperimen yang mereka lakukan meliputi antara lain destilasi, sublimasi, kristalisasi, oksidasi, dan presipitasi. Mereka juga telah membuat beberapa senyawa dalam jumlah besar, baik untuk keperluan ilmiah maupun pengobatan. Senyawa mineral yang telah disintesis antara lain besi sulfat, merkuri sulfida, merkuri oksida, tembaga sulfat, tembaga sulfida, natrium bikarbonat, dan kalium sulfide.

Para ahli kimia Muslim juga telah mengenal cara memperoleh tembaga murni, yaitu dengan jalan mengalirkan larutan tembaga sulfat pada potongan-potongan besi. Ini adalah suatu penemuan dalam bidang elektrokimia. Demikian pula penemuan tentang berkaratnya logam biasa bila kena udara yang lembab adalah suatu penemuan yang penting pada masa itu. Selain dalam ilmu kimia, mereka juga memberikan sumbangan dalam bidang teknologi kimia. Mereka menyempurnakan pembuatan gelas dan memberikan warna-warna dengan menggunakan oksida-oksida logam. Pembuatan baja untuk pedang yang dikenal di seluruh dunia dilakukan oleh para pekerja Muslim di kota Damaskus dan di Spanyol. Demikian pula mereka telah menyempurnakan teknologi pembuatan kertas pada abad ke-9 M.

Kertas pada awalnya dibuat oleh orang-orang Cina dengan menggunakan bahan sutera dengan proses yang rumit. Ilmuwan Muslim membuat kertas dari kapas karena kayu sangat jarang terdapat di wilayah Timur Tengah. Mereka telah mampu mengolah kapas dengan bahan-bahan kimia melalui proses kimia dalam jumlah besar, sehingga dalam abad pertengahan telah dapat dibuat jutaan buku. Penemuan pembuatan kertas dengan cara ini telah membuka cakrawala baru dalam peradaban manusia. Teknologi pembuatan kertas ini kemudian dipelajari dan dikembangkan oleh para ilmuwan di Eropa.

Meskipun penemuan salpeter atau kalium nitrat dilakukan oleh orang Cina, namun baru pada akhir pemerintahan Dinasti Thang, kira-kira tahun 906, mereka mengembangkannya hingga menjadi bahan peledak untuk keperluan senjata. Pada tahun 870, orang Arab telah melakukan penambangan salpeter. Para ahli kimia Muslim kemudian membuat bahan peledak dari saltpeter dengan menambahkan belerang, karbon, dan bahan kimia lainnya. Pada abad ke-10 M, mereka menemukan nitrogliserin yang juga merupakan bahan peledak. Hasil penemuan mereka ini diperkenalkan kepada dunia Barat dan pada abad ke-13 M, Roger Bacon, seorang ahli kimia Eropa, berhasil membuat dan mengembangkan pembuatan bahan peledak ini.

Penggunaan proses destilasi oleh para ahli kimia Muslim untuk memurnikan suatu zat merupakan revolusi dalam ilmu kimia. Mereka telah mampu memurnikan dan memperoleh berbagai macam zat kimia dalam keadaan murni. Dengan proses destilasi terhadap hasil fermentasi gula dan pati, mereka telah dapat membuat dan memurnikan alkohol yang dalam Bahasa Arab disebut al-quhul. Zat kimia yang diperoleh antara lain asam cuka, minyak lemon, minyak mawar, asam sulfat, dan aldehid. Dengan demikian, dalam periode Islamlah para ilmuwan Muslim telah mempelopori perkembangan ilmu kimia dan teknologi kimia. Di antara mereka yang berjasa dalam hal ini ialah Jabir Ibnu Hayyan, Al-Kindi, dan Ar-Razi.

Dengan beberapa penemuan penemuan yang telah di lakukan oleh para ilmuan muslim tersebut, dapat di ketahui bahwa pada dasar nya sebagian besar unsur dan materi kimia yang ada di bumi telah terkandung dengan jelas di dalam Al Qur’an. Salah satu contoh kandungan unsur kimia yang nyata di jelaskan dalam Al Qur’an adalah besi yang terkandung dalam surah Al-Hadid.

 

Al Qur’an menjelaskan tentang unsur Besi (QS. Al-Hadid, 57:52)

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hadid 57: 25).

Berdasarkan kandungan surah Al-Hadid di atas, para ilmuan muslim telah mengkaji kandungan yang terkandung di dalam nya yang menyatakan bahwa Allah telah menurunkan/menciptakan unsur besi yang dapat di manfaat kan oleh manusia. Pernyataan ini di kuatkan dengan fakta – fakta yang ada. Yaitu :

  • Fakta ke-1

Allah SWT berfiman:  “…Dan Kami ciptakan besi….” (QS. Al-HAdid, 57:25). Allah SWT menggunakan kata “anzalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Departemen agama menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berarti “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Sistem tata surya (bumi) tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. Hal ini yang dahulu pernah juga sempat dikatakan oleh Neil Amstrong. Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan. Besi : 26Fe Istilah besi oleh orang inggris disebut sebagai “iron”, oleh orang arab disebut dengan “hadid” orang francis menyebutnya ”fer” dan orang spanyol “hierro”. Agar tidak membingungkan, maka telah disepakati bahwa dunia sains menamakan besi dengan “Ferrum” (Fe) dari bahasa latin.

  • Fakta ke-2 : Isotop Besi

Besi memiliki 8 isotop yaitu:

Al-Hadid adalah surat ke-57 dalam al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil. Ini bukanlah kebetulan. Nomor surat ini dirancang oleh Allah yang maha mengetahui.52Fe Waktu Paruh 8.3 jam
54Fe Stabil
55Fe Waktu Paruh 2.7 tahun
56Fe Stabil
57Fe Stabil
58Fe Stabil
59Fe Waktu Paruh 54.5 hari
60Fe Waktu Paruh 1.500.000 tahun

  • Fakta ke-3 : Energi Ionisasi.

Energi ini dibutuhkan oleh suatu atom untuk menjadi ion. Fe umumnya dapat berbentuk ion Fe2+ (ferro) dan Fe3+(ferri). Dimana di ketahui bahwa tubuh manusia hanya mengkonsumsi Fe2+ (ferro) dari makanan. Besi jenis Ferro inilah yang bayak terkandung dalam makanan seperti daging-dagingan dan makanannya Popeye (Spinach alias bayam), termasuk obat-obatan suplemen penambah zat besi seperti sangobion, sulfaferosus, dan lain-lain. Ahli gizi,mengatakan sebaiknya sayur bayam jangan dibiarkan lebih dari semalam, karena tidak memberikan dampak yang baik untuk dikonsumsi. Hal ini di karenakan dalam beberapa jam ferro akan segera berubah menjadi ferri. Ferri di dalam tubuh adalah sampah, Dimana tubuh tidak mau mengambilnya karena sifat sudah berubah. Sama halnya jika besi sudah berubah menjadi karat, berubahlah sifatnya. Perubahan Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+(ferri) ini menghasilkan energi ionisai sebesar 2957 kJ mol-1. 29 adalah jumlah seluruh ayat pada surat al-hadid. 57 adalah nomor suratnya.

  • Fakta ke-4 Penjumlahan Massa Seluruh Isotop

Besi memiliki 8 isotop (kembaran) yaitu 52Fe,54Fe,55Fe,56Fe,57Fe,58Fe,59Fe,60Fe. Jika seluruh massanya dijumlahkan maka 52+54+55+56+57+58+59+60 = 451. Kata “besi” ada pada surat ke-57 dan ayat ke-25. Jumlah kata dalam surat al-Hadid dari ayat 1 sampai dengan 25 adalah 451.

  • Fakta ke-5

Jumlah Kata dalam surat al-hadid Jumlah kata dalam al-hadid adalah 574. 57 adalah nomor surat al-hadid dan 4 adalah jumlah isotop besi yang stabil.

Demikian fakta Fe (besi) yang di jelaskan dalam surah Al-Hadid, dah hubungan nya secara nyata terhadap surah tersebut. Selain Fe, terdapat kandungan kandungan tentang ilmu kimia (meliputi unsur-unsur dan fenomena lainya) yang di jelaskan secara tidak langsung di dalam Al qur’an melalui fenomena alam  dan perlu pengkajian lebih lanjut. Manusia sebagai ciptaan Tuhan dengan kesempurnaan akal pikirannya, di dalam ajaran Islam, dianjurkan untuk membaca ayat-ayat yang tersirat lewat fenomena dan keteraturan alam. Dengan mengetahui dan merenungi berbagai keteraturan dan fenomena alam yang ada akan menimbulkan keimanan, ketakwaan, dan kesadaran rohaniyah dalam diri manusia bahwa betapa kecilnya makhluk manusia dan betapa besarnya Tuhan sebagai pencipta alam semesta serta segala isinya.

Islam adalah agama yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam hal pengkajian berbagai fenomena alam. Dimana sebagian besar fakta dan penjelasan (salah satu nya yaitu ilmu kimia) telah terkandung dengan jelas di dalam Al Qur’an. Nabi Muhammad SAW (Salallahu ‘Alaihi Wassalam) mengatakan bahwa “Ilmu tanpa iman bencana, iman tanpa ilmu gelap”. Dengan demikian harus dilakukan pengkajian fenomena alam dalam rangka pengembangan IPA dalam konteks mempertebal iman, takwa, dan sikap rohaniyah kepada Tuhan dengan berpijak pada sejarah bagaimana kejayaan Islam dalam penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan sejak zaman pertengahan hingga sekarang adalah merupakan kesinambungan dan perubahan.

Hubungan No Numerik dalam Al-qur’an dengan Kimia

Dipastikan Hampir setiap muslim telah hafal huruf-huruf Arab (huruf hijaiyah), tetapi mungkin hanya sedikit kamu yang mengetahui urutan abjad yang benar…
Kalau selama ini kita mengenal abjad Arab dari alif sampai ya’….
Urutan huruf tersebut adalah abjad Arab yang disusun dan dikelompokkan menurut kemiripan bentuknya…. 
Sedangkan urutan abjad Arab yang sebenarnya adalah dari alif sampai ghain…..
Lo koq gt????
Yuk simak beberapa penjelasan di bawah ini….

1. ALIF = 1
2. BA = 2
3. JIM = 3
4. DAL = 4
5. HA = 5 (untuk kata Arab Huwa)
6. WAU = 6
7. ZA = 7
8. HA = 8 (untuk kata Arab Hayyun)
9. THA = 9
10. YA’ = 10
11. KAF = 20
12. LAM = 30
13. MIM = 40
14. NUN = 50
15. SIN = 60
16. ‘AIN = 70
17. FA’ = 80
18. SHAD = 90
19. QAF = 100
20. RA’ = 200
21. SYIN = 300
22. TA’ = 400
23. TSA’ = 500 (untuk kata Arab Tsa-laa-stah)
24. KHA’ = 600
25. DZAL = 700
26. DHAD = 800
27. DHLA = 900 (untuk kata Arab Dhluhur)
28. GHAIN = 1.000

Trus Gimana????
Aduh Aduh sendiri juga bingung ne….
tapi seteelah menemukan satu fakta yang bersangkutan dengan pelajaran kimia….
Gue mulai mengerti….
Apa itu???
Contohnya Nomor Atom Fe…

Jika kita buka buku-buku kimia, maka kita akan menemukan nomor atom unsur Fe (besi) adalah 26…

Di dalam Al Qur’an kata besi menggunakan istilah HADIID, perhatikan QS. Al Hadiid ayat 25,
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.”

Sekarang marilah kita hitung nilai numerik dari kata HADIID (besi)!
Ha = 8, Dal = 4, Ya = 10, Dal = 4, Total = 8 + 4 + 10 + 4 = 26.

Jelaslah bahwa Al Qur’an sumber ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Sungguh merugilah kita sebagai umat Islam yang memiliki Al Qur’an kalau tidak mau mempelajari Al Qur’an dan menyingkap informasi penting di dalamnya.

Al-Quran dan Ilmu Kimia

Al-Qur’an diturunkan pada 14 abad yang lalu oleh Allah. Al-Qur’an bukan buku ilmiah. Akan tetapi, kitab ini mencakup beberapa penjelasan ilmiah dalam tautan keagamaannya. Penjelasan ini tidak pernah bertentangan dengan temuan-temuan ilmu modern. Sebaliknya, fakta-fakta tertentu yang baru ditemukan dengan teknologi abad ke-20 itu sebenarnya telah diungkapkan dalam Al-Qur’an 14 abad silam. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan salah satu bukti terpenting yang menegaskan keberadaan Allah.

Ilmu kimia yang merupakan salah satu dari cabang penjurusan ilmu pengetahuan alam,suatu ilmu yang menjelaskan struktur perubahan dari suatu objek setara,yang di akibatkan oleh suatu reaksi, ternyata, pengetahuan kimia tersebut telah diungkapkan dalam Al-qur’an sejak zaman kiwari.Adapun penjelasan secara detail nya, baru bisa dijelaskan pada zaman baru-baru ini.

Berikut, beberapa ayat-ayat Al-qur’an terhadap ilmu kimia, beserta tafsirannya :
Keseimbangan dalam atom

لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak mungkin mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (yaasin : 40)

Sebuah atom dan pergerakannya, merupakan miniatur dari pergerakan galaksi kita. Kita perlu meninjau lebih jauh ke perincian tentang struktur sempurna yang berada di dalam sebuah atom. Seperti yang Anda ketahui, elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua netron bermuatan positif (+). Muatan positif (+) dari inti atom menarik elektron kepadanya. Karena alasan ini, elektron tidak meninggalkan inti, meskipun ada gaya sentrifugal (yang menarik elektron menjauhi inti) yang terjadi akibat kecepatan elektron.

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.(Az-zariat : 49)
Atom memiliki elektron di bagian luarnya dan proton dalam jumlah sama di bagian pusatnya. Maka, muatan listrik atom berada dalam keadaan seimbang. Namun, baik volume maupun massa proton lebih besar daripada elektron. Jika kita membandingkannya, perbedaan di antara kedua partikel ini adalah seperti perbedaan antara manusia dengan sebutir kacang kenari. Walaupun demikian, muatan listrik total keduanya tetap sama besar.

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Sungguh, Kami menciptakan sesuatu menurut ukuran. (al-qamar : 49)
Fenomena air hujan

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman ?(Q.S Al-Anbiya’ [21]: 30)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ

وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan oleh Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan didalamnya bermacam macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, semua itu sungguh, merupakan tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mengerti. (al-baqarah : 164)

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. An Nahl, 16:10-11)

Air hujan yang mencapai awan setelah diuapkan dari laut mengandung zat-zat tertentu “yang menghidupkan” negeri yang telah mati. Air “pemberi kehidupan” ini disebut “air tensi permukaan”. Air tensi permukaan terbentuk pada tingkat puncak permukaan laut yang oleh para biolog disebut “lapisan mikro”. Di lapisan ini, yang ketipisannya kurang dari sepersepuluh milimeter, terdapat banyak sisa organik yang disebabkan oleh polusi zooplankton dan ganggang mikroskopik. Beberapa sisa ini menyeleksi dan menghimpun dalam lubuk mereka beberapa unsur yang amat jarang di air laut, seperti fosfor, magnesium, potasium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobalt, dan timah. Air yang bermuatan “penyubur ini” terangkat ke langit oleh angin dan setelah beberapa saat kemudian jatuh ke tanah di dalam air hujan. Benih dan tanaman di bumi mendapati banyak garam metalik dan unsur-unsur yang esensial bagi pertumbuhan mereka di sini di air hujan ini. Peristiwa ini diungkapkan di sebuah ayat lain dalam Al-Qur’an:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Dan Kami turunkan dari langit air yang membawa berkah, dan dengan itu Kami tumbukan kebun-kebunan dan biji-bijian yang dapat dipanen. (Surat Qaaf, 9)

Garam-garam yang jatuh dengan hujan merupakan contoh kecil unsur-unsur tertentu (kalsium, magnesium, potasiom, dsb.) yang dipakai untuk menambah kesuburan. Logam-logam berat yang terdapat di tipe-tipe aerosol ini merupakan unsur lain yang menambah kesuburan dalam pertumbuhan dan pemproduksian tanaman.

Lebah dan cairan madu
Aspek kimia madu merupakan petunjuk abadi bagi para ilmuwan untuk mengungkap keajaiban Tuhan yang mengubah struktur, sifat, dan kegunaan berbagai unsur kimiawi dalam kombinasi yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Allah berfirman:

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ.
. ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibuat manusia.” Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya yang pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S Al-Nahl [16]: 68-69).

Bagi ahli kimia, ini merupakan indikasi yang jelas bahwa campuran unsur-unsur tertentu bisa menghasilkan unsur yang baru sama sekali tidak berhubungan dengan unsur-unsur asalnya dalam hal sifat, zat, atau dampaknya.
Keseimbangan Di Atmosfer

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (al-baqarah :29)

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ.
. فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi:”Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab:”Kami datang dengan suka hati.” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusan-Nya. Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami menjadikannya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (Q.S Fushshilat [41]: 11-12)
Atmosfer bumi terdiri atas empat gas utama, yaitu nitrogen (78%), oksigen (21%), argon (kurang dari 1%), dan karbon dioksida (0,03%). Gas yang ada di atmosfer dapat dibagi ke dalam dua kelompok: “gas yang reaktif” dan “gas yang tidak reaktif”. Analisis terhadap gas-gas reaktif mengungkap bahwa reaksi yang melibatkan gas reaktif sangat penting bagi kehidupan, sedangkan gas-gas yang tidak reaktif akan menghasilkan senyawa yang merusak jika bereaksi. Misalnya, argon dan nitrogen adalah gas tidak aktif, yang hanya dapat bereaksi secara terbatas. Bila kedua gas tersebut mudah bereaksi seperti oksigen, lautan akan berubah menjadi asam nitrat. Sebaliknya, oksigen bereaksi dengan atom-atom lain, senyawa organik, dan bahkan batuan. Reaksi tersebut menghasilkan molekul-molekul dasar kehidupan seperti air dan karbon dioksida.

Sebagaimana telah dikemukan pada urain sebelumnya, Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan atau kitab kimia dalam pengertian harfiahnya. Akan tetapi, Al-Qur’an adalah kitab petunjuk bagi umat manusia. Dalam berbagai konteks, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dan sekaligus menjadi gudang ilmu pengetahuan serta menjadi pintu pembuka untuk melakukan penelitian tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, dalam Al-Qur’an di sana-sini kita temukan ayat-ayat yang mendorong pembacanya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kimia.

Riset Al-Quran & Kimia: Pasangan (Azwaajun) dalam Perspektif Ilmu Kimia

Al-Qur’an telah menyebutkan istilah tentang pasangan dalam beberapa ayat. Salah satu ayatnya adalah QS Yasiin ayat 36 yang artinya :

Maha Suci (Allah)  yang telah menciptakan semuanya berpasangan-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS.Yaasiin, 36 : 36)

Kebanyakan orang ‘awam mengartikan pasangan sebagai sesuatu hal yang berbeda jenisnya dan menjadi pasangan sebagai contoh pasangan suami – istri, ayah – ibu, kakak – adik, laki – laki dengan perempuan atau mengartikan pasangan sebagai sesuatu yang berkebalikan misalnya siang – malam, panjang – pendek, baik – buruk, positif – negatif dan lain-lain. Bagaimana seorang ahli kimia dalam memandang istilah pasangan ini? Apakah sama dengan masyarakat ‘awam pada umumnya? Tentu saja tidak demikian.

Allah SWT sebagai Sang Kreator Sejati telah menciptakan makhluk di bumi ini untuk menghidupi bumi ini dan juga untuk beribadah kepada – Nya.  Allah telah menciptakan makhluk – Nya berpasang – pasangan, baik yang diketahui ataupun tidak diketahui  oleh manusia. Manusia tidak mengetahui hal tersebut karena dua alasan. Pertama tidak mengetahui karena memang tidak mengetahui dan tidak mempelajari ilmunya. Kedua, tidak mengetahui karena memang tidak dapat dilihat dengan kasat mata (dunia nanokosmik/atomisitas) yang dapat diketahui keberadaanya dengan eksperimen dan peralatan yang super canggih. Allah telah memberikan potensi pada manusia yang sangat berharga  yaitu berupa akal. Dengan izin Allah manusia dapat memanfaatkan akalnya untuk memikirkan segala apa yang ada dibumi sebagai tanda kekuasaan Allah SWT. Salah satunya adalah pasangan yang tidak diketahui oleh sebagian manusia yaitu pasangan partikel – anti partikel yang terdapat suatu atom, materi yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata.

Pasangan (Azwaajun) dalam Perspektif Ilmu Kimia

Dalam ilmu kimia pasangan yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an adalah pasangan partikel yang menyusun atom. Suatu atom netral akan mengandung partikel positif dan negatif  yang akan membentuk pasangan. Pasangan tersebut adalah elektron dengan proton dan juga pasangan elektron dengan positron. Elektron, proton dan positron merupakan partikel yang terdapat dalam atom.

Pasangan partikel atom yang pertama adalah elektron dan proton. Elektron merupakan partikel bermuatan negatif  yang mengelilingi inti atom. Elektron ditemukan J. J. Thomshon, ia mengajukan pandangannya bahwa suatu atom dapat dibayangkan sebagai suatu materi yang seragam dan bermuatan positif  dengan elektron yang tersebar merata mengelilingi atom. Sedangkan proton merupakan partikel bermuatan positif yang terdapat dalam inti atom bersama dengan neutron. Menurut proposisi Rutherford muatan positif atom seluruhnya terkumpul dalam inti (nukleus), yaitu suatu inti pusat yang padat yang terletak didalam atom.  Dalam suatu percobaan ditemukan bahwa muatan setiap proton mempunyai magnitudo (besar) yang sama dengan elektron dan massanya 1,67262 x 10-24 g, sekitar 1840 kali massa atom yang muatannya berlawanan dengan elektron. (Chang, 2003 : 33 – 34)

Pasangan partikel yang selanjutnya

adalah elektron dan positron. Partikel positron ini muncul karena perpaduan teori mekanika kuantum dan relatifitas. Teori mekanika kuantum merupakan teori mekanika bagi objek-objek yang sangat kecil, atom dan penyusunnya yaitu elektron, proton dan neutron. Sedangkan teori relatifitas merupakan teori mekanika bagi objek-objek yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Pada tahun 1928, Paul Andre Maurice Dirac ahli fisika dari inggris mengajukan teori kuantum relatifistik dalam bentuk persamaan diferensial orde pertama dan dikenal sebagai persamaan dirac. Persamaan dirac secara spesifik merupakan teoei untuk partikel dengan spin setengah seperti elektron, proton dan neutron. Teori dirac memberi bonus teoretis partikel yakni partikel yang mempunyai spin dan massa sama dengan elektron tetapi muatannya positif. Partikel ini disebut positron yang terbukti benar secara eksperimen oleh carl anderson pada tahun 1932.  Positron sering dilambangkan dengan e+ untuk membedakannya dengan elektron (e-). Positron mempunyai massa dan spin sama dengan elektron, tetapi muatannya berlawanan (positif). Karena positron lahir dari kerangka teori untuk elektron maka positron dikatakan pasangan dari elektron. (Purwanto, 2008 : 332 – 333)

Elektron nomor massanya nol, dan nomor atomnya -1 sebab muatannya negetif. Sedangkan positron memiliki massa yang sama dengan elektron, tetapi membawa muatan +1. ( Chang, 2003 : 258)

Temuan positron ini memunculkan wacana baru anti-partikel, setiap partikel mempunyai pasangan anti-partikelnya. Proton yang bermuatan  positif mempunyai pasangan anti proton yang bermuatan negatif, neutron mempunya pasangan anti neutron yang sama bermuatan nol. Anti proton dan anti neutron ditemukan pada tahun 1955 dan 1957. Pasangan positron – elektron, proton – anti protron, neutron – anti neutron merupakan pasangan partikel – anti partikel. (Purwanto, 2008 : 333 – 334).

Pasangan partikel – anti partikel yang disebutkan secara tersirat dalam Al-Qur’an yakni dalam QS.Yaasiin 36 : 36. Terdapat dua kata kunci dari ayat tersebut, yaitu : “Al-Azwaaja” yang berarti “pasangan” dan “laa ya’lamuun” yang berarti “tidak mereka ketahui”. Pasangan yang tidak diketahui kebanyakan manusia dan hanya diketahui oleh orang – orang tertentu yang memang mendalami ilmu tersebut yakni ilmu kimia khususnya kimia kuantum. Pasangan tersebut adalah pasangan partikel – anti partikel yang terdapat dalam suatu materi yang disebut atom. Atom bukanlah unsur terkecil, tetapi masih dapat dibagi lagi menjadi sub atom penyusun – penyusunnya dan atom berasal dari ketiadaan suatu materi (vacuum). Pasangan elektron – proton, positron – elektron, proton – anti protron, neutron – anti neutron merupakan pasangan partikel – anti partikel.

Referensi :

Agama RI, Departemen, 2005, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung : Syaamil.

Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti, Jilid 1, Alih bahasa : Muhammad Abdulkadir M., dkk, Jakarta : Erlangga.

Chang, Raymond, 2003, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti, Jilid 2, Alih bahasa : Suminar Setia Achmadi, Jakarta : Erlangga.

Purwanto, Agus, 2008, Ayat-Ayat Semesta : Sisi Al-Qur’an yang Terlupakan, Bandung : Mizan

Al Quran dan Kimia

Sesunggunya hubungan al quran dengan sains memang tidak boleh dipisahkan lagi.Bukan kerana Al Quran itu ialah buku sains,tetapi Al Quran ialah mukjizat Allah s.w.t yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad s.a.w untuk kegunaan manusia sejagat.Malah Al Quran juga mempunyai kaitan yang rapat dengan salah satu cabang dari ilmu sains iaitu kimia.Hubungan Al Quran dengan kimia dapat dilihat dengan penemuan besi di dalam Al Quran iaitu pada surah Al Hadid (Besi) .Malah maksud surah tersebut sudah jelas bermaksud besi.Surah al Hadid ialah surah yang ke 57 yang berada di pertengahan Al Quran.

Menurut para ahli besi,besi ialah unsur yang tidak boleh diciptakan melalui proses semulajadi di bumi ini.Mungkin inilah mengapa besi mempunyai erti khusus sampai dijadikan nama surah.

“Dan kami telah menurunkan besi ,padanya ada kekuatan yang hebat serta berfungsi berbagai manfaat untuk manusia.”

( surah al Hadid ayat 25)

Ada satu surah dalam al Quran dalam Al Quran yang memakai nama logam,iaitu Surah al Hadid yang bermaksud besi.dalam nama Latin,besi dikenal sebagai Ferum,Fe.

Dalam surah al Hadid ayat 25,Allah berfirman “wa anzalnaal hadiid..Meskipun kata anzal sangat jelas ertinya iaitu menurunkan ,banyak pentafsir al Quran yang ragu-ragu menterjemahkan perkataan “anzal” ini.Sebab yang banyak dijelaskan oleh Allah memakai kata anzal biasanya untuk air atau kitab dan sekarang besi.Kalau diterjemahkan “Dan Kami turunkan besi “, tentu harus dijelaskan bagaimana peristiwa “turunya” besi itu,Bukankah besi itu hasil pengolahan bijih besi dalam tanah,bukannya jatuh dari atas?

Zaman telah berlalu dan kini pada abad yang ke-20 baru dapat difahami oleh para ilmuwan sedangkan al Quran diwahyukan pada abad ke-7.Baru sekarang para Ilmuwan mengetahui bahawa besi di bumi ternyata turun dari langit,sebab besi tercipta daripada bintang-bintang melalui proses nukleosintesis.Ketika bintang-bintang itu mati (padam)lantaran kehabisan bahan bakar hidrogen(H) ,besi itu (bersama-sama unsur lain)dihamburkan ke ruang angkasa.

Unsur berat dalam alam semesta ialah dihasilkan oleh nuklid bintang besar .Sisitem solar kita  bagaimanapun tidak mempunyai struktur sesuai untuk menghasilkan besi baginya.Besi hanya dapat dihasilkan oleh bintang yang lebih besar daripada matahari  iaitu suhunya mencecah beratus juta celcius.Apabila besi mencapai amaun melebihi peringkat tertentu dalam sebuah bintang,bintang ini tidak lagi dapat menampungnya dan akhirnya meletup dalam satu letupan yang dipanggil nova atau supernova.Hasil daripada letupan ini,meteor yang mengandungi besi berserakan ke seluruh alam semesta dan mereka bergerak melali ruang di angkasa sehingga ditarik oleh daya graviti sesuau jasad di cakarewala.

Selain itu,,elemen utama pada pusat bumi iaitu teras bumi yang berjejarikan 3470 km ialah besi (Fe) dengan kandungannya 90% dan nikel(Ni) dan belerang(S).Fungsi utama besi di pusat bumi Allah telah jelaskan dalam ayat yang berbunyi fiihi ba’sun syadiid (padanya ada kekuatan hebat).Besi di pusat bumi itu menimbulkan kekuatan yang hebat yang berupa magnet dan tarikan graviti.

Firman Allah selanjutnya pada Al hadiid(ayat 25) yang bermaksud serta berbagai manfaat untuk manusia.Manfaat yang perlu disebutkan paling dahulu(sebab manusia sering lupa) ialah bahawa besi merupakan salah satu unsur yang membangun haemoglobin,protein dalan darahyang berfungsi mengikat oksigen yang kita menghirupnya dari udara.Ketika oksigen masuk ke dalam paru-paru kita,oksigen itu segera ditangkap oleh besi dalam haemoglobin,kemudian dihantar oleh darah ke seluruh tubuh kita untuk proses metabolisme.Jelas sekali Allah memelihara kelangsungan hidup kita melalui besi.

Jika dalam tubuh kita ,ion besi (Fe2+)cuma sedikit ,tentu sedikit pula kandungan haemoglobin dalam darah dan hal ini akan mengganggu transportasi oksigen dalam tubuh.Inilah yang disebut iron-deficiency anaemia atau kurang darah..

Ada hal lain yang menarik mengenai Surah al Hadid ini.Ketika surah-surah di dalam al Quran disusun oleh Nabi Muhammad s.a.w ,Malaikat Jibril menyuruhnya supaya menempatkan Surah al Hadid ditengah-tengah iaitu surah yang ke 57dari 114 surah.Baru pada abad ke-20 para ilmuwan mengetahui bahawa besi ternyata unsur tengah-tengah..Sebagaimana sebelum ini,bahagian tengah bumi kita tersusun oleh besi .

Memang sedikit aneh jika Allah s.w.t dalam memberi nama salah satu surah dalam al Quran dengan memakai salah satu atom atau logam dalam Sistem Periodik Unsur(Periodic Table).Ternyata ada beberapa hal menarik yang akan sedikit kita bahas.Ada dua hal yang perlu diketahui sebelum membahas lebih jauh iaitu lambang atom dan isotop.

Lambang atom

Atom disusun olehtiga partikel iaitu proton(+),neutron(0) dan elektron(-)

Isotop
Isotop ialah atom-atom yang sama elemen dengan berbeza nombor neutron(atau sama nombor proton tetapi  tetapi berbeza nombor nukleon).Umpamakan sahaja isotop itu dengan kembar.Satu jenis atom yang sama seperti helium ternyata memiliki berat yang berbeza-beza.Hal ini kerana kandungan neutronnya berbeza.Yang satu memiliki satu neutron dan satu lagi dua neutron.Sifat-sifat semua isotop ialah sama namun perbezaan jumlah neutron menyebabkan sifat kestabilan berbeza kerana berat jisimnya berbeza.Isotop suatu atom ada yang stabil dan yang tidak stabil.Atom yang tidak stabil memiliki potensi untuk mengalami tindak balas nuklear .

Besi memiliki 8 isotop .Al Hadid adalah surah ke 57 dalam al Quran.Fe57 ialah satu daripada 4 isotop besi yang stabil.Antara isotop bagi besi ialah 

52Fe, 54Fe, 55Fe, 56Fe ,57Fe,Fe5859Fe, 60Fe.

Jika seluruh beratnya dijumlahkan maka

52+54+55+56+57+58+59+60=451.

Kata ‘besi’ ada pada surah ke- 57 dan ayat ke- 25.

Jumlah kata dalam surah al Hadid dari ayat 1 hingga ayat 25 ialah 451.

Jumlah seluruh kata dalam surah al Hadid ialah 574.57 ialah nombor surah al Hadid dan 4 ialah jumlah isotop besi yang stabil.

Kemudian, jika kita menghitung kalimah ‘Allah’ dari awal surah al Hadid sampai ayat 25 (yang mengandungi kalimah al hadid ) ternyata kalimah Allah muncul 26 kali sesuai dengan kedudukan besi dalam Sistem Periodik Unsur(Periodic Table).Subhanallah!

Electron arrangement of iron.

kedudukan besi dalam Periodic Table

Periodic Table

Beberapa unsur kimia dalam alquran

Tingkat energi elektron=spektrum atom=dihasilkan oleh atom yang mengeluarkan energi berupa radiasi cahaya

Atom dapat menyerap atau memancarkan energi dalam bentuk paket(kuanta), energinya berupa radiasi elektromagnetik. Jumlah energi tersebut menjadi energi kuantum.

Teori kuantom = dpt menjelaskan berapa besar radiasi energi yang diserap atau yang dipancrkan.Jika atom bereaksi maka elektron akan bergerak kepada energi yang lebih tinggi, ketika pada tingkat energi tertentu maka atom menjadi tidak stabil, sehingga elektronnya jatuh kepada orbit yang lebih rendah. Perpindahan tersebut menjadikan elektron mengubah energinya dalam jumlah tertentu.

(Bagian ini didasarkan pada Ömer Çelakıl itu “Building Blocks Alam Semesta dalam Al-Qur’an” buku dan berisi perhitungan akurasi yang telah dikonfirmasi.)

Seluruh alam semesta, bumi tempat tinggal kita dan semua entitas hidup dan mati adalah terdiri dari berbagai kombinasi unsur. Meskipun atom yang terdiri dari unsur-unsur yang semuanya terbuat dari partikel yang sama, mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Apa dasarnya membuat unsur-unsur berbeda satu sama lain adalah nomor atom mereka, jumlah proton dalam inti mereka, dengan kata lain. Ada satu proton dalam hidrogen, elemen paling ringan, 2 dalam helium, yang paling ringan berikutnya, 79 emas, 8 dalam sebuah atom oksigen dan 26 zat besi. Properti yang membedakan emas dari besi, atau besi dari oksigen hanyalah perbedaan jumlah proton dalam atom mereka. Udara yang kita hirup, tubuh manusia, setiap tanaman atau hewan atau planet di ruang angkasa, hidup atau mati, manis atau asam, padat atau cair, benar-benar semuanya, terdiri dari proton, neutron dan elektron sebagai bukti dalam Penciptaan agung Allah. (Untuk rincian, lihat Keajaiban Atom [Ta-Ha Publishers Ltd])

“Hadid” berarti nama salah satu Surah dalam Al-Qur’an “besi,” salah satu elemen. Unsur-unsur lain dan nomor atom mereka dan massa juga ditunjukkan dalam Surah. (Allah mengetahui kebenaran.) Untuk kata lain, al-Hadid, yang menyandang nama besi, berisi informasi tentang atom yang membentuk materi di alam semesta, diberikan 1.400 tahun yang lalu. Penyediaan informasi ini, pada saat unsur-unsur dan nomor atom mereka tidak ditemukan, lagi-lagi keajaiban Al Qur’an.

Urutan huruf Arab dalam Surat al-Hadid adalah sedemikian bahwa mereka mewakili ekspresi yang mengandung perintah Tuhan kita dan saran di satu sisi dan indikasi tentang atom di sisi lain.

* Studi ini dilakukan mengambil huruf Arab “Ra” sebagai “R” dalam huruf Barat atau “Mim” sebagai huruf “M.” Urutan surat-surat yang mewakili elemen tidak dianggap. Hal ini cukup untuk huruf muncul berdampingan. Karena huruf di Kr elemen, misalnya, tidak mewakili unsur lain dengan nama “Rk.”

Para ilmuwan telah mengidentifikasi 92 unsur-unsur alam. Unsur buatan juga telah diperoleh dengan berbagai eksperimen dalam beberapa kali, tetapi ini jarang ditemukan di Bumi. Untuk saat ini, keberadaan dari 110 unsur telah diverifikasi oleh International Union of Murni dan Terapan Kimia (IUPAC).

Radon = 86Rn

Para Radon elemen (Rn) ditemukan oleh kimiawan Jerman Friedrich E. Dorn pada tahun 1900, ratusan tahun setelah wahyu Al-Qur’an. Unsur ini jarang ditemukan di alam. Radon adalah unsur radioaktif dan digunakan dalam perawatan medis.

Jumlah surat dari awal ayat sampai huruf “R” muncul: 86

Atom jumlah elemen “R”: 86

(QS. Al-Hadid, 22)

Zirkonium = 40Zr

Zirkonium (Zr) ditemukan oleh kimiawan Jerman Heinrich Klaproth Martin pada 1789. Referensi untuk elemen ini, yang digunakan dalam inti reaktor nuklir, ratusan tahun sebelumnya di Al Qur’an, sebuah keajaiban besar.

Ada 40 surat-surat antara waktu pertama bahwa huruf “Z” dan “R” muncul bersama-sama dan awal dari ayat ini. Nomor atom Zirkonium, Zr simbol kimia, adalah 40. Ada juga 91 surat-surat antara pertama kalinya huruf “Z” dan “R” datang bersama dan akhir ayat. Dan nomor itu adalah berat atom Zirkonium.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan surat-surat Zr: 40

Atom jumlah elemen “Zr”: 40

(QS. Al-Hadid, 13)

Tantalum = 73Ta

Para Tantalum elemen (Ta) ditemukan oleh kimiawan Swedia Anders Ekeberg pada tahun 1802. Ini adalah unsur yang sangat keras dengan titik leleh yang sangat tinggi. Oleh karena itu digunakan di berbagai bidang seperti listrik dan elektronik. Selain itu, karena unsur ini tidak bereaksi dengan cairan tubuh, juga digunakan dalam kedokteran. Elemen ini, ditemukan berabad-abad setelah pewahyuan Al Qur’an, adalah salah satu yang paling langka di alam.

Ada 73 surat-surat dari awal ayat tersebut untuk pertama kalinya huruf “T” dan “A” muncul bersama-sama. Angka itu adalah jumlah atom Tantalum.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “Ta”: 73

Nomor atom dari elemen “Ta”: 73

(QS. Al-Hadid, 16)

Fluor = 9F

Para Fluor elemen (F) ditemukan oleh kimiawan Perancis Henri Moissan pada tahun 1886. Ada 9 huruf antara awal ayat dan penampilan pertama dari huruf “F” dalam Surat al-Hadid.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “F”: 9

Atom jumlah unsur “F”: 9

(QS. Al-Hadid, 1)

OKSIGEN = 8o

Oksigen adalah salah satu elemen paling umum di Bumi, dan ditemukan pada 1770 oleh dua ilmuwan yang terpisah dari satu sama lain: Swiss Carl Scheele dan Joseph Priestley dari Inggris.

Ada 8 surat-surat dari awal ayat dengan huruf pertama “O” dalam Surat al-Hadid. “O” diwakili oleh huruf Alif dalam bahasa Arab. Simbol Oksigen adalah “O” dan nomor atom 8.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “O”: 8

Atom jumlah elemen “O”: 8

(QS. Al-Hadid, 1)

Samarium = 62Sm

Ilmuwan Perancis Paulus Lecoq de Boisbaudran menemukan elemen Samarium (Sm) pada tahun 1879.

Dalam Surah huruf “S” dan “M” pertama datang bersama setelah surat ke-62. Surat-surat ini muncul bersama sebagai “M” dan “S.” Tetapi tidak ada unsur bantalan singkatan Ms, kebalikan dari Sm.

Jumlah surat-surat dari awal ayat tersebut untuk huruf “Sm”: 62

Atom jumlah elemen “Sm”: 62

(QS. Al-Hadid, 15)

POTASSIUM = 39K

Kimiawan Inggris Sir Humphrey Davy pertama memperoleh Kalium elemen (K) dengan menggunakan elektrolisis pada tahun 1807. Kalium merupakan persyaratan bagi tanaman dan hewan dan juga tubuh manusia, dan berlimpah di alam. Ini juga memiliki bidang luas aplikasi, dari membuat bahan peledak untuk obat.

Ada 39 surat-surat antara awal Surat al-Hadid dan penampilan pertama dari huruf “K,” Angka yang sedang massa atom elemen. Selain itu ada 19 huruf antara awal ayat dan di sini. Dan perlu dicatat bahwa ini adalah nomor atom unsur K.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan huruf “K”: 39

Massa atom unsur “K”: 39

(QS. Al-Hadid, 2)

Sulfur = 32S

Para Sulfur elemen (S) ditemukan dalam kadar tinggi dalam tubuh makhluk hidup dan tanah. Ada 32 huruf dalam Surat al-Hadid sampai dengan huruf pertama “S”. Angka itu juga massa atom dari unsur belerang.

Jumlah surat-surat antara awal ayat dan penampilan pertama dari huruf “S”: 32

Massa atom unsur “S”: 32

(QS. Al-Hadid, 4)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Erbium = 167Er

Elemen erbium (Er) ditemukan oleh kimiawan Swedia Carl Gustaf Mosander pada tahun 1843. Huruf “E” dan “R” pertama kali muncul bersama-sama 167 huruf setelah awal ayat. Erbium memiliki massa atom 167.

Jumlah surat-surat dari awal ayat tersebut untuk huruf “Eh”: 167

Massa atom unsur “Eh”: 167

(QS. Al-Hadid, 4)

Neodymium = 60Nd

Ilmuwan Australia Carl Auer von Welsbach F. berhasil memperoleh unsur Neodymium (Nd) pada 1885.

Ada 60 surat-surat antara waktu pertama huruf “N” dan “D” muncul bersama dalam Surat al-Hadid dan akhir ayat. Angka itu adalah nomor atom dari unsur Nd.

Jumlah huruf antara “Nd” surat dan akhir ayat: 60

Atom jumlah “Nd” elemen: 60

(QS. Al-Hadid, 19)

Vanadium = 23V

Para Vanadium elemen (V) ditemukan pada tahun 1801 oleh ilmuwan Andres Manuel del Rio Meksiko dan oleh kimiawan Swedia Nils Gabriel Sefstrom pada tahun 1830. Vanadium adalah salah satu elemen fundamental dalam tubuh. Ada 23 surat kepada akhir ayat dari surat V. Angka itu mewakili jumlah atom Vanadium.

Jumlah huruf dari huruf “V” pada akhir ayat: 23

Atom jumlah elemen “V”: 23

(QS. Al-Hadid, 1)

Gallium = 69Ga

Kimiawan Perancis Paul Emile Lecoq de Boisbaudran menemukan elemen Gallium (Ga) pada tahun 1875 menggunakan band spektral.

Galium digunakan dalam bidang-bidang seperti elektronik dan obat-obatan.

Ada 69 surat kepada akhir ayat dari titik di mana huruf “G” dan “A” muncul bersama-sama dalam Surat al-Hadid. Dan 69 adalah nomor atom Gallium.

Jumlah surat kepada akhir ayat dari huruf “Ga”: 69

Atom jumlah elemen “Ga”: 69

(QS. Al-Hadid, 27)

Nitrogen = 14N

Nitrogen (N), ditemukan oleh ilmuwan Skotlandia Daniel Rutherford pada 1772, membentuk 78% dari atmosfer. Hal ini juga hadir dalam berbagai Matahari dan bintang-bintang. Nitrogen menempati tempat penting dalam struktur makhluk hidup dan ditemukan di komponen penting seperti protein dan asam nukleat.

Ada 14 huruf dari huruf “N” dalam Surat al-Hadid sampai akhir ayat. 14 juga nomor atom Nitrogen. Ada 7 huruf antara huruf kedua dan ketiga “N.” Dan 7 adalah jumlah atom Nitrogen.

Jumlah huruf dari huruf “N” untuk akhir ayat: 14

Atom jumlah unsur “N”: 14

(QS. Al-Hadid, 3)

Bismuth = 83Bi

Bismut (Bi) adalah salah satu unsur sebagaimana dimaksud dalam Al Qur’an ratusan tahun yang lalu. (Allah mengetahui kebenaran.) Sebuah elemen langka, Bismuth digunakan dalam berbagai bidang, dari obat untuk reaktor nuklir dan dari kosmetik sampai sirkuit listrik.

Dalam Surat Al-Hadid, ada 83 surat-surat antara titik-titik di mana huruf “B” dan “aku” muncul bersama-sama.

Jumlah surat-surat antara huruf “Bi”: 83

Atom jumlah elemen “Bi”: 83

(QS. Al-Hadid, 7-8)

Chromium = 24Cr

Kromium (Cr) ditemukan pada 1797 oleh Louis-Nicolas Vauquelin. Ada total 24 kata-kata antara penampilan pertama dan kedua, berturut-turut, dari huruf C dan R dalam Surat al-Hadid. Perlu dicatat dalam konteks bahwa jumlah atom kromium adalah 24.

Jumlah kata antara huruf “Kr”: 24

Atom jumlah elemen “Kr”: 24

(QS. Al-Hadid, 4)

Astatin = 85At

Para Astatin elemen (Pada) ditemukan oleh para ilmuwan pada tahun 1940 3. Seperti elemen lain, nomor atom muncul dalam Surah adalah salah satu mukjizat Al-Quran. Ada 85 surat-surat antara sisi penampilan kedua dan ketiga dengan sisi huruf A dan T, yang mewakili Astatin. Angka itu pada saat yang sama jumlah atom Astatin.

Surat antara huruf “Di”: 85

Nomor atom dari elemen “Pada”: 85

(QS. Al-Hadid, 1-3)

Lithium = 6Li

Ahli kimia Swedia Johan Agustus Arfwedson menemukan elemen Lithium (Li) pada tahun 1817. Elemen ini mewakili beberapa 0,002% dari kerak bumi. Lithium diperlukan oleh industri dan digunakan dalam berbagai bidang, seperti baterai manufaktur, lemari pembeku dan karet buatan dan juga dalam kedokteran.

Ada 6 kata antara waktu pertama huruf “L” dan “aku” muncul berdampingan dalam Surat al-Hadid dan awal dari ayat ini. Angka itu juga jumlah atom Lithium.

Jumlah kata antara awal ayat dan huruf “Li”: 6

Massa atom unsur “Li”: 6

(QS. Al-Hadid, 10)

Hafnium = 178Hf

Para fisikawan Belanda Dirk Coster dan kimiawan Hungaria Georg de Hevesy menemukan elemen Hafnium (Hf) pada tahun 1923. Penggunaan khusus terbuat dari dalam reaktor nuklir. Unsur ini juga ditemukan di atmosfer Matahari.

Ada 178 kata-kata antara awal Surat al-Hadid dan di mana huruf “H” dan “F” muncul berturut-turut. Massa atom hafnium adalah 178.

Jumlah kata dari awal Surah sampai huruf “Hf”: 178

Massa atom unsur “Hf”: 178

(QS. Al-Hadid, 11)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Indium = 114In

Para Indium elemen (In) pertama kali ditemukan pada 1863 oleh para ilmuwan Hieronymus Theodor Richter dan Ferdinand Reich. Ditemukan ratusan tahun setelah wahyu Al-Qur’an, Indium ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil di alam.

Ada 114 kata-kata dari awal Surat Al-Hadid ke tempat huruf “Aku” dan “N” muncul berdampingan. Angka itu juga massa atom Indium.

Jumlah kata antara awal Surah dan munculnya huruf “Di”: 114

Massa atom unsur “Dalam”: 114

(QS. Al-Hadid, 8)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Strontium = 87Sr

Non-radioaktif Strontium pertama kali ditemukan di Skotlandia pada tahun 1790 oleh Adair Crawford dan William Cruikshank.

Ada 87 kata-kata antara awal Surat al-Hadid dan di mana huruf “S” dan “R” muncul bersama-sama. 87 adalah massa atom Stronsium.

Jumlah kata antara awal Surah dan huruf “Sr”: 87

Massa atom unsur “Sr”: 87

(QS. Al-Hadid, 7-8)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Aktinium = 89Ac

Ditemukan pada 1899 oleh ilmuwan Perancis Andre Debierne, aktinium (Ac) adalah elemen, langka radioaktif. Elemen ini, yang memancarkan sinar biru dalam gelap, adalah keputihan perak di warna. Cara bahwa unsur ini, ditemukan ratusan tahun setelah wahyu Al-Qur’an, telah diramalkan orang-orang begitu lama lalu adalah tanda dari kemahatahuan Tuhan kita.

Ada 89 kata-kata dari awal Surat Al-Hadid untuk pertama kalinya huruf “A” dan “C” muncul bersama-sama. Angka itu juga jumlah atom dari unsur aktinium.

Jumlah kata dari awal Surat untuk huruf “Ac”: 89

Atom jumlah elemen “Ac”: 89

(QS. Al-Hadid, 7)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Torium = 90

Torium (Th) adalah unsur radioaktif yang ditemukan pada tahun 1828 oleh kimiawan Swedia Jons Jacob Berzelius. Hal ini digunakan sebagai sumber energi dalam perangkat nuklir.

Nomor atom dari elemen Torium adalah 90. Ada 90 kata-kata antara awal Surat al-Hadid dan pertama kalinya huruf “T” dan “H” muncul berdampingan.

Jumlah kata antara awal Surah dan huruf “Th”: 90

Nomor atom dari elemen “Th”: 90

(QS. Al-Hadid, 7)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Lutetium = 71Lu

Lutetium (Lu) ditemukan pada tahun 1907 oleh Auer von Welsbach dan Georges Urbain. Ada 71 kata-kata dari awal Surat Al-Hadid untuk huruf L dan U yang mewakili elemen. Nomor atom Lutetium (Lu) juga 71.

Jumlah kata dari awal Surat untuk huruf “Lu”: 71

Atom jumlah elemen “Lu”: 71

(QS. Al-Hadid, 5)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

NIKEL = 58Ni

Nikel elemen murni (Ni) pertama kali diisolasi pada 1751 oleh ilmuwan Swedia Fredrik Cronstedt Axel. Lebih keras dari besi, nikel juga sangat tahan terhadap karat dan pembusukan. Nikel digunakan di berbagai bidang, dari tinggi resistansi peralatan industri untuk koin logam.

Ada 58 surat-surat antara waktu pertama huruf “N” “I” muncul dalam Surat al-Hadid dan akhir ayat. Angka itu juga massa atom Nikel.

Jumlah kata antara akhir ayat dan huruf “Ni”: 58

Massa atom unsur “Ni”: 58

(QS. Al-Hadid, 27)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Berilium = 9Be

Berilium (Be) ditemukan oleh Louis-Nicolas Vauquelin di tahun 1798. Elemen ini, yang langka di alam, digunakan dalam nuklir, roket perangkat dan kendaraan ruang angkasa.

Ada 9 kata-kata antara di mana huruf “B” dan “E” muncul bersama-sama dan akhir ayat, dan angka yang juga merupakan massa atom Berilium.

Jumlah kata antara huruf “Jadilah” dan akhir ayat: 9

Massa atom dari elemen “Jadilah”: 9

(QS. Al-Hadid, 10)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

SODIUM = 11Na

Humphry Davy menemukan unsur Natrium (Na) pada tahun 1807, dengan menggunakan elektrolisis. Atom Sodium ditemukan dalam banyak objek besar, dari garam yang kita makan untuk bintang-bintang di ruang angkasa. Atom natrium dalam sel-sel dalam tubuh manusia melakukan fungsi vital. Kehadiran sejumlah natrium dalam tubuh manusia adalah penting untuk aliran normal air antara sel dan cairan tubuh, pembentukan jaringan dan kontraksi otot.

Ada 11 kata-kata antara titik di mana huruf “N” dan “A” terjadi bersamaan dalam Surat al-Hadid dan akhir ayat. Sosok yang identik dengan nomor atom Natrium itu.

Jumlah kata antara huruf “Na” dan akhir ayat: 11

Atom jumlah elemen “Na”: 11

(QS. Al-Hadid, 9)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Niobium = 41Nb

Unsur niobium (Nb) ditemukan oleh kimiawan Inggris Charles Hatchett pada tahun 1801. Elemen ini, yang langka di alam, digunakan dalam reaktor nuklir dan bahan tahan terhadap radiasi panjang gelombang tinggi.

Jumlah kata antara tempat-tempat dalam Surat al-Hadid di mana huruf, 41, juga bahwa nomor atom niobium itu.

Jumlah kata antara huruf “Nb”: 41

Atom jumlah huruf “Nb”: 41

(QS. Al-Hadid, 4 dan 8)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

MAGNESIUM = 12mg

The Magnesium elemen (Mg) ditemukan oleh kimiawan Inggris Sir Humphry Davy. Magnesium, berabad-abad ditemukan setelah wahyu Al-Qur’an, adalah salah satu elemen yang paling umum dalam kerak bumi. Ini muncul dalam banyak tempat, dari air laut untuk tubuh manusia. Ini adalah unsur penting bagi makhluk hidup.

Ada 12 kata-kata antara tempat dalam Surat al-Hadid mana Mg surat muncul bersama. Angka itu, 12, juga nomor atom Magnesium.

Jumlah kata antara huruf “Mg” dalam Surah: 12

Atom jumlah elemen “Mg”: 12

(QS. Al-Hadid, 20-21)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Dysprosium = 162Dy

Dysprosium (Dy) ditemukan pada tahun 1886 oleh ilmuwan Paul Prancis Emile Lecoq de Boisbaudran. Massa atom adalah 162. Jumlah kata antara tempat-tempat dalam Surat al-Hadid di mana huruf “Dy” muncul bersama-sama juga 162.

Jumlah kata antara huruf “Dy” dalam Surah: 162

Massa atom unsur “Dy”: 162

(QS. Al-Hadid, 2 dan 11)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

ZINC = 65Zn

Para Seng logam (Zn) muncul dalam banyak struktur, dari kerak Bumi untuk makhluk hidup. Misalnya, melakukan fungsi sangat penting dengan melayani dengan enzim dan sel-sel darah dalam tubuh manusia.

Ada 65 kata-kata antara tempat dalam Surat al-Hadid mana Zn huruf muncul bersama. Massa atom Seng juga 65.

Jumlah kata antara huruf “Zn” dalam Surah: 65

Massa atom dari elemen “Zn”: 65

(QS. Al-Hadid, 2 dan 11)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Klor = 35Cl

Ilmuwan Swedia Carl Wilhelm Scheele pertama memperoleh Klor elemen (Cl) pada tahun 1774, berabad-abad setelah pewahyuan Al Qur’an. Klor paling banyak digunakan dalam membunuh bakteri dalam air minum dan kolam renang. Klor digunakan dalam berbagai bidang, dari pembuatan obat untuk cat, dan dari produk bensin untuk produk pembersih.

Ada 35 kata-kata antara waktu pertama dan terakhir huruf “C” dan “L” muncul bersama-sama. Angka itu juga massa atom Klorin.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “Cl” dalam Surah: 35

Massa atom unsur “Cl”: 35

(QS. Al-Hadid, 4 dan 6)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

KARBON = 12C

Karbon (C) menempati tempat yang sangat penting dalam struktur makhluk hidup dan ada dalam zat yang sangat berbeda. Atom karbon dalam senyawa yang hadir sangat berbeda, dari karbon dioksida dilepaskan selama respirasi dengan berlian.

Ada 12 kata-kata antara huruf pertama dan terakhir “C” dalam Surat al-Hadid. Angka itu juga sesuai dengan massa atom Karbon.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “C” di surat ini: 12

Massa atom dari elemen “C”: 12

(QS. Al-Hadid, 4)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Cerium = 140Ce

Cerium (Ce) ditemukan pada tahun 1803 oleh ahli geologi Wilhelm von Hisinger dan ahli kimia Berzelius Jons, baik dari Swedia, dan, secara independen dari mereka, oleh kimiawan Jerman Martin Klaproth.

Ada 140 kata-kata antara kejadian pertama dan terakhir, berdampingan, huruf “C” dan “E” dalam Surat al-Hadid. 140 juga massa atom dari elemen Cerium.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “Ce” dalam Surah: 140

Massa atom unsur “Ce”: 140

(QS. Al-Hadid, 5 dan 7)

* Para bersama “dan” tidak termasuk dalam perhitungan.

Krypton = 83Kr

Elemen Krypton (Kr) ditemukan oleh ahli kimia Inggris Morris W. Travers dan Sir William Ramsay pada tahun 1898.

Ada 83 kata-kata antara kejadian pertama dan terakhir, berdampingan, dari huruf “K” dan “R” dalam Surat al-Hadid.

Jumlah kata antara huruf pertama dan terakhir “Kr” dalam Surah: 83

Massa atom unsur “Kr”: 83

(QS. Al-Hadid, 7 dan 11)

Hubungan Al-Qur’an dengan Ilmu pengetahuan (KIMIA)

Banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang telah menunjukkan fakta-fakta ilmiah yang sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Harun Yahya adalah seorang yang masyhur mengungkap rahasia Al-Qur’an tentang astronomi, embriologi, geologi, fisika, biologi dan lain-lain. Masih banyak hal menarik tentang kimia yang belum disentuh Harun Yahya dalam sekian banyak tulisannya, khususnya tentang angka-angka. Yang mashur tentang kimia dalam Al-Qur’an adalah mengenai firman Allah dalam surat Al-Hadid, surat ke-57 yang berada di pertengahan Al-Qur’an.

            Fakta ke-1 Allah berfirman: “…dan Kami ciptakan besi…”(Al-Qur’an, 57:25). Allah SWT menggunakan kata “an zalnaa” yang berarti “kami telah turunkan”. Departemen Agama menuliskannya dengan “ciptakan” sebagaimana tertulis diatas. Allah SWT tidak menggunakan kata “Khalaqna” yang berati “kami telah ciptakan”. Penemuan astronomi modern telah mengungkapkan bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

           Sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut supernova. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan dan bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. Hal ini yang dahulu pernah sempat dikatakan oleh Neil Amstrong.

            Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman melalui meteor-meteor dan di turunkan ke bumi, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

            Besi : 26Fe

            Istilah besi disebut juga sebagai iron (Inggris), hadid (Arab), fer (Perancis), hierro (Spanyol), dan lain-lain. Supaya tidak membingungkan, maka disepakati bahwa dunia sains menamakan besi dengan ferrum (lambung:Fe) dari Bahasa Latin.

            Memang nampak sedikit aneh jika Allah SWT dalam memberi nama salah satu surat di Al-Qur’an dengan memakai salah satu nama atom atau logam dalam sistem periodik unsur. Ternyata ada beberapa hal menarik yang akan sedikit kita bahas. Ada 2 hal yang perlu diketahui sebelum membahas lebih jauh yaitu tentang lambang atom dan isotop.

            Lambang atom

            Atom disusun oleh 3 partikel, yaitu proton (+), neutron (0), dan elektorn (-)

            Isotop

            Apa itu isotop? Isotop adalah atom-atom yang sama nomor atomnya(sejenis) tetapi beda nomor massanya.

            Umpamakan saja isotop itu dengan “keturunan/kembaran”. Satu jenis atom yang sama (helium misalnya) ternyata memiliki berat yang berbeda-beda. Ini karena kandungan neutronnya yang beda. Ynag satu memiliki satu neutron dan yang satu lagi dua neutron. Sifat-sifat semua isotop helium itu identik (mirip). Namun perbedaan jumlah berbeda neutron menyebabkan sifat kestabilannnya berbeda karena berat tubuhnya yang berbeda. Isotop-isotop suatu atom ada yang stabil dan ada yang tidak stabil. Atom yang stabil,tidak memiliki potensi untuk mengalami proses reaksi nuklir (pembelahan inti). Kapan sebuah atom membelah intinya? Kita bisa melihat dari data waktu paruhnya (waktunya yang dibutuhkan untuk membelah jadi dua).

            Fakta ke-2. Besi memiliki 8 isotop. Al-Hadid adalah Surat ke-57 dalam Al-Qur’an. Fe-57 adalah salah satu dari 4 isotop besi yang stabil.

            Fakta ke-3. Energi ini dibutuhkan oleh suatu atom untuk menjadi ion. Fe umumnya dapat berbentuk ion Fe2+ (Ferro) dan Fe3+ (Ferri). Tubuh kita hanya mengkonsumsi Ferro dari makanan untuk membentuk hemoglobin dalam darah. Besi jenis Ferro inilah yang banyak terkandung dalam makanan seperti daging dan bayam, termasuk obat-obatan suplemen penamabah zat besi seperti Sangobion, Sulfaferosusu, dan lain sebagainya. Kata ahli gizi, sebaiknya sayur bayam jangan dibiarkan lebih dari semalam, tidak bagus untuk dimakan. Tetapi ternyata dalam beberapa jam Ferro akan segera berubah menjadi Ferri. Ferri di dalam tubuh adalah sampah, tubuh kita tidak mau mengambilnya karena sifatnya sudah berubah. Sama halnya jika besi sudah berkarat, berubahlah sifatnya. Perubahan Fe2+ dan Fe3+ ini menghasilkanenergi ionisasi sebesar 2957 kJ mol -1. 29 adalah jumlah seluruh ayat pada surat Al-Hadid. 57 Adalah nomor suratnya. Allahuakbar!

            Fakta ke-4. Besi memiliki 8 isotop (kembaran) yaitu 52Fe, 54Fe, 55Fe, 56Fe ,57Fe,Fe58, 59Fe, 60Fe. Jika seluruh massanya dijumlahkan maka 52 + 54 + 55 + 56 + 57 + 58 + 59 + 60 = 451. Kata “besi” ada pada surat ke-57 dan ayat ke-25. Jumlah kata dalm surat Al-Hadid dari ayat 1 sampai dengan 25 adalah 451!

Fakta ke-5. Jumlah seluruh kata dalam surat Al-Hadid adalah 574. 57 adalah nomor surat Al-Hadid dan 4 adalah jumlah isotop besi yang stabil.

Tabel Periodik Elemen-elemen Kimia

Allah berfirman di dalam al-Qur’an, ‘Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?’ (adz-Dzariyat: 20)

Betapa banyak tanda dan bukti ilmiah yang menunjukkan keberadaan Pencipta yang Maha Bijaksana, yang mengadakan langit dan bumi. Pada kesempatan ini kita akan mengupas salah satu bukti ilmiah tersebut, yaitu tabel periodik elemen-elemen kimia yang ditemukan oleh ilmuwan Rusia yang bernama Dmitri Mendeleev.

Gambar: Dmitri Mendeleev penemu tabel periodik elemen-elemen kimia di alam.

Hal pertama yang biasa dilihat seorang pelajar di laboratorium kimia adalah tabel periodik elemen. Ilmuwan Rusia membuat tabel elemen-elemen kimiawi dengan ukuran-ukuran atomnya, yang disebut tabel periodik. Pada waktu itu, tidak semua elemen telah ditemukannya dengan tabel, sehingga Mendeleev membiarkannya kosong.

Sampai akhirnya para ilmuwan sesudahnya mengisi tabel tersebut, seperti yang dibayangkan oleh ilmuwan Rusia bertahun-tahun sebelum mengungkapkannya. Tabel ini memuat seluruh elemen atom dengan angka dan unsurnya yang beragam. Angka atom maksudnya adalah angka tertentu yang terdapat pada inti atom, yaitu muatan-muatan listrik positif (proton). Bilangan inilah yang membedakan antara suatu atom unsur dengan atom unsur lain. Hidrogen yang kita anggap sebagai unsur paling sederhana itu di dalam inti atomnya ditemukan satu muatan listrik positif. Begitu juga, di dalam unsur yang disebut helium terdapat dua muatan, dan di dalam unsur lithium terdapat dua muatan. Kita tidak bisa meletakkan tabel unsur-unsur yang beragam itu kecuali dengan membangun hukum-hukum matematisnya yang menakjubkan.


Gambar: Tabel periodik yang ditemukan Mandeleev.

Para ilmuan tidak mungkin menyebut sistem yang mengagumkan pada alam ini dengan nama ‘Periodic Chance’, melainkan Periodic Law (hukum periodik). Dengan berbagai kepastian dan sistem ini, maka kita tidak bisa mengingkari keberadaan Tuhan yang menciptakan alam semesta. Karena dengan ilmu pengetahuan modern ini, mengingkari adanya Tuhan itu sama seperti mengingkari realitas!

Fisikawan Amerika, George E. Davis mengatakan, ‘Seandainya alam ini bisa menciptakan dirinya, maka itu berarti ia memiliki sifat-sifat pencipta. Dalam kondisi ini, kita terpaksa memercayai bahwa alam itu adalah tuhan. Demikiankan, kita akhirnya menerima keberadaan ‘tuhan’. Tetapi, tuhan kita ini akan tampak aneh: tuhan yang gaib sekaligus Artikelal! Saya lebih memilih untuk memercayai Tuhan yang menciptakan alam Artikel, dan ia bukan bagian dari alam ini, melainkan pengaturnya dan pengendalinya, daripada harus mengadopsi omong kosong seperti ini.’ (The Evidence of God, hlm. 71)

Allah berfirman, ‘Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa? Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata. Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki? Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang? Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya? Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya. Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.’ (ath-Thur: 35-43)

“Revolusi Kimia dalam Peradaban Islam”

Ilmu kimia merupakan sumbangan penting yang telah diwariskan para kimiawan Muslim di abad keemasan bagi peradaban modern. Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar ilmu kimia modern diletakkan para kimiawan Muslim. Tak heran, bila dunia menabalkan kimiawan Muslim bernama Jabir Ibnu Hayyan sebagai ‘Bapak Kimia Modern’.”Para kimiawan Muslim adalah pendiri ilmu kimia,” cetus Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Tanpa tedeng aling-aling, Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi ilmu kimia modern.

Menurut Durant, kimia merupakan ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh peradaban Islam. “Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar,” ungkapnya.

Sedangkan, peradaban Islam, papar dia, telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, serta catatan atau dokumen yang begitu teliti.Tak hanya itu, sejarah mencatat bahwa peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang kimia.

Kimiawan Muslim telah mengubah teori-teori ilmu kimia menjadi sebuah industri yang penting bagi peradaban dunia. Dengan memanfaatkan ilmu kimia, Ilmuwan Islam di zaman kegemilangan telah berhasil menghasilkan sederet produk dan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya hingga kini.

Berkat revolusi sains yang digelorakan para kimiawan Muslim-lah, dunia mengenal berbagai industri serta zat dan senyawa kimia penting. Adalah fakta tak terbantahkan bahwa alkohol, nitrat, asam sulfur, nitrat silver, dan potasium–senyawa penting dalam kehidupan manusia modern–merupakan penemuan para kimiawan Muslim. Revolusi ilmu kimia yang dilakukan para kimiawan Muslim di abad kejayaan juga telah melahirkan teknik-teknik sublimasi, kristalisasi, dan distilasi. Dengan menguasai teknik-teknik itulah, peradaban Islam akhirnya mampu membidani kelahiran sederet industri penting bagi umat manusia, seperti industri farmasi, tekstil, perminyakan, kesehatan, makanan dan minuman, perhiasan, hingga militer.

Pencapaian yang sangat fenomenal itu merupakan buah karya dan dedikasi para ilmuwan seperti Jabir Ibnu Hayyan, Al-Razi, Al-Majriti, Al-Biruni, Ibnu Sina, dan masih banyak yang lainnya. Setiap kimiawan Muslim itu telah memberi sumbangan yang berbeda-beda bagi pengembangan ilmu kimia. Jabir (721 M-815 M), misalnya, telah memperkenalkan eksperimen atau percobaan kimia. Ia bekerja keras mengelaborasi kimia di sebuah laboratorium dengan serangkaian eksperimen. Salah satu ciri khas eksperimen yang dilakukannya bersifat kuantitatif. Ilmuwan Muslim berjuluk ‘Bapak Kimia Modern’ itu juga tercatat sebagai penemu sederet proses kimia, seperti penyulingan/distilasi, kristalisasi, kalnasi, dan sublimasi.

Sang ilmuwan yang dikenal di Barat dengan sebutan ‘Geber’ itu pun tercatat berhasil menciptakan instrumen pemotong, pelebur, dan pengkristal. Selain itu, dia pun mampu menyempurnakan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, dan pemurnian.Berkat jasanya pula, teori oksidasi-reduksi yang begitu terkenal dalam ilmu kimia terungkap. Senyawa atau zat penting seperti asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, dan asam asetat lahir dari hasil penelitian dan pemikiran Jabir. Ia pun sukses melakukan distilasi alkohol. Salah satu pencapaian penting lainnya dalam merevolusi kimia adalah mendirikan industri parfum.

Muhammad Ibn Zakariya ar-Razi

Ilmuwan Muslim lainnya yang berjasa melakukan revolusi dalam ilmu kimia adalah Al-Razi (lahir 866 M). Dalam karyanya berjudul, Secret of Secret, Al-Razi mampu membuat klasifikasi zat alam yang sangat bermanfaat. Ia membagi zat yang ada di alam menjadi tiga, yakni zat keduniawian, tumbuhan, dan zat binatang. Soda serta oksida timah merupakan hasil kreasinya.Al-Razi pun tercatat mampu membangun dan mengembangkan laboratorium kimia bernuansa modern. Ia menggunakan lebih dari 20 peralatan laboratorium pada saat itu. Dia juga menjelaskan eksperimen-eksperimen yang dilakukannya. “Al-Razi merupakan ilmuwan pelopor yang menciptakan laboratorium modern,” ungkap Anawati dan Hill.

Bahkan, peralatan laboratorium yang digunakannya pada zaman itu masih tetap dipakai hingga sekarang. “Kontribusi yang diberikan Al-Razi dalam ilmu kimia sungguh luar biasa penting,” cetus Erick John Holmyard (1990) dalam bukunya, Alchemy. Berkat Al-Razi pula industri farmakologi muncul di dunia.

Sosok kimiawan Muslim lainnya yang tak kalah populer adalah Al-Majriti (950 M-1007 M). Ilmuwan Muslim asal Madrid, Spanyol, ini berhasil menulis buku kimia bertajuk, Rutbat Al-Hakim. Dalam kitab itu, dia memaparkan rumus dan tata cara pemurnian logam mulia. Dia juga tercatat sebagai ilmuwan pertama yang membuktikan prinsip-prinsip kekekalan masa –yang delapan abad berikutnya dikembangkan kimiawan Barat bernama Lavoisier.

Sejarah peradaban Islam pun merekam kontribusi Al-Biruni (wafat 1051 M) dalam bidang kimia dan farmakologi. Dalam Kitab Al-Saydalah (Kitab Obat-obatan), dia menjelaskan secara detail pengetahuan tentang obat-obatan. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya peran farmasi dan fungsinya. Begitulah, para kimiawan Muslim di era kekhalifahan berperan melakukan revolusi dalam ilmu kimia.

Menelusuri Angka 19 dalam Sistem Periodik Unsur-Unsur Kimia

Dalam S. Al Muddatstsir, ayat 30 = jumlah jenis bilangan bulat tersebut dalam Al Quran:
– ‘ALYHA TS’AT ‘ASYR, dibaca: ‘Alayha- tis’ata ‘asyar, artinya: di atasnya 19. Angka 19 ini tidak menunjuk kepada jumlah substansi tertentu, tidak seperti dengan bilangan bulat yang lain yang menunjuk jumlah substansi tertentu misalnya angka 12 menunjuk pada jumlah bulan (syahrun, month).

Jadi angka 19 itu terbuka untuk dapat menunjuk jumlah substansi apa saja dalam ayat Qawliyah (Al Quran), misalnya jumlah kata dan huruf, yaitu 19 buah kata dan 76 = 4 x 19 huruf dalam paket ayat S. Al ‘Alaq, yaitu paket yang mula-mula diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jumlah 19 ayat dalam S. Al ‘Alaq, S. Al ‘Alaq terletak pada urutan ke-19 dari belakang dalam Al Quran, jumlah Surah = 114 = 6 X 19, jumlah huruf 19 dalam Bismi Lla-hi rRahma-ni rRahiym (Basmalah), jumlah Basmalah 114 walaupun Surah 9 tidak di mulai dengan Basmalah, namun pada Surah 27 ada 2 Basmalah. Jika Surah 9 dengan Surah 27 tersebut disusun menjadi deret hitung, akan diperoleh: 9 + 10 + 11 + …… + 27 = 342 = 18 X 19, dst.dst-nya. Dalam Seri 519 telah ditunjukkan, bahwa jumlah bilangan bulat dalam Al Quran jika dijumlahkan, akan diperoleh = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 19 + 20 + 30 + 40 + 50 + 60 + 70 + 80 + 99 + 100 + 200 + 300 + 1000 + 2000 + 3000 + 5000 + 50,000 + 100,000 = 1621146 = 8534 x 19.

Demikian pula angka 19 itu terbuka untuk dapat menunjuk jumlah substansi apa saja dalam ayat Kawniyah (alam syahadah). Maka dalam Seri 542 ini akan ditelusuri angka 19 itu dalam sistem periodik unsur-unsur kimia. Orang-orang yang berkecimpung dalam disiplin ilmu kimia / fisika, tidaklah dianak-tirikan oleh Al Quran. Demikianlah di bawah ini penelusuran itu.

***
Dalam alam didapatkan 81 unsur kimia yang stabil. Ada dua unsur yang terdapat di alam yang tidak stabil yaitu Thorium dan Uranium. Keduanya mempunyai nomor atom 90 dan 92 dalam sistem periodik. Allah sebagai ArRabb (Maha Pengatur) mengendalikan alam semesta dengan TaqdiruLlah yang hingga kini baru dikenal oleh manusia sebagai: medan gravitasi, medan elektromagnet, gaya kuat dan gaya lemah. Medan gravitasi utamanya mengontrol makrokosmos, mengendalikan bintang-bintang. Ketiga jenis yang lain mengontrol mikrokosmos. Medan elektromagnet mengontrol pasangan proton (bermuatan +) dengan elektron (bermuatan -). Proton-proton dalam inti atom yang saling tolak karena bermuatan sama, “direkat” oleh gaya kuat. Sedangkan gaya lemah menyebabkan inti atom Thorium dan Uranium tidak stabil menjadi “lapuk” terbelah dengan mengeluarkan sinar yang mendapat predikat sinar radioaktif, sehingga Thorium dan Uranium disebut pula zat radioaktif. Karena terbelah itu keduanya memperanakkan zat-zat radioaktif pula, yaitu mempunyai dalam sistem periodik nomor-nomor atom 84, 85, 86, 87, 88, 89 dan 91. Hingga hari ini sudah dikenal 106 unsur dalam sistem periodik. Patut dicatat, bahwa dua di antaranya yaitu Technetium yang menempati nomor atom 43 dan Promethiu yang menempati nomor atom 61 dalam sistem periodik, keduanya adalah unsur “siluman”. Keduanya jika tersusun, akan hilang dalam sekejap, sehingga sesungguhnya bukan 106 unsur yang aktual, melainkan hanya 104 unsur dalam sistem periodik. Maka di antara 106 unsur kimia dalam sistem periodik ada 81 unsur stabil, 2 unsur siluman dan nomor atom 84 ke atas unsur tidak stabil / radioaktif, yang intinya terbelah.

***
Dalam penelusuran angka 19 di dalam sistem periodik yang dihubungkan dengan Al Quran, diperoleh hasil sebagai berikut:

– 1. Unsur kimia dalam sistem perodik intinya TERBELAH mulai nomor atom 84.
Kita lihat dalam Al Quran Surah 84, yaitu Surah AL ANSYQAQ, dibaca al insyiqa-q, artinya: TERBELAH.
– 2. Unsur siluman Technetium dengan nomor atom 43 dan Promethiu dengan nomor atom 61.
- Apabila disusun deret 43 + 44 + 45 + 46 + ……+ 61 = 986 = 52 x 19.
- Apabila kita jumlahkan nomor atom dari unsur stabil dalam sistem periodik, kemudian dikuarangi dengan jumlah nomor atom dari kedua unsur siluman itu, akan kita peroleh: (1+2+3+……+83) – (43 + 61) = 3382 = 178 x 19.
– 3. Kita lihat dalam Al Quran Surah 43 dan Surah 61. Surah 43 terdiri atas 89 ayat dan Surah 61 terdiri atas 14 ayat. Di atas telah disebutkan bahwa jumlah Basmalah 114 walaupun Surah 9 tidak di mulai dengan Basmalah, namun pada Surah 27 ada 2 Basmalah. Itu mengisyaratkan bahwa Basmalah adalah bagian dari Surah-Surah, kecuali Surah 9 (karena memang tidak dimulai dengan Basmalah). Maka lihatlah hasilnya, jika nomor Surat dijumlahkan dengan jumlah ayat dijumlahkan dengan Basmalah:
43 + 89 +1 =133 = 7 x 19
61 + 14 +1 = 76 = 4 x 19
– 4. Yang terkahir, angka 43 dan 61 adalah sejenis dengan angka 19, yaitu ketiga-tiganya merupakan bilangan prima. WaLlahu a’lamu bishshawab.

Al Qur’an menjelaskan tentang Fe

Posted by agorsiloku pada Juni 5, 2006

QS 11:1 Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.
QS 11:14. Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

Pernyataan pada ayat di atas sangatlah menarik. Disampaikan bahwa ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan terperinci yang disusun dari Allah yang maha bijaksana dan maha tahu. Seterperinci apakah?, sedalam apakah?. Kita manusia dengan segala peradabannya, belum tentu mampu menyingkap semua keterperinciannya, bahkan mungkin sampai hari penghacuran tiba. Yang menarik Surat Besi pada Al Qur’an ini memiliki kesesuaian antara kenyataan tentang besi dan susunan ayat, penempatan, dan lain-lainnya pada surat besi. Ayat yang tersaji seolah memerincikan tentang Besi. “Miracle” ini kemudian dipahami setelah ilmu pengetahuan memahami tentang unsur Besi ini. Kadang, terpikir oleh saya, apakah para ilmuwan Islam (jika memang punya kemampuan dan semangat meneliti) memiliki juga kemampuan untuk memahami ayat lebih dari sekedar menghubung-hubungkan, tapi memang menemukan sesuatu yang baru dan kemudian menerapkannya ?.

Berikut ini saya kutipkan tulisan buku karya Arifin Muftie MATEMATIKA ALAM SEMESTA Bab 9 yang bukunya diterbitkan oleh PT Kiblat Buku Utama Bandung, 2004. Perihal unsur logam besi ini juga, kalau saya tak salah merupakan kutipan (tapi saya lupa sumbernya aslinya). Berikut ini, bagian yang penting mengulas tentang unsur ini :
Surat Besi (Hadid) turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25. Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana “kilauan anak panah” yang menarik perhatian bagi kaum ber¬akal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hadid 57: 25).

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan “Kami ciptakan besi”, padahal secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turun¬kan bersama mereka al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”.

Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Elemen Berat Besi, Fe-57

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat¬sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.

Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah 57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada Tabe15.4.

Alif = 1, Lam = 30, Ha’ = 8, Dal= 4, Ya’ = 10, Dal = 41 + 30 + 8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.

Fakta Pertama

Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.

Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti “elemen suci” dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubung¬kan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 (lihat Tabel 9.1).

ISOTOP BESI

Isotop Waktu Paruh Isotop Waktu Paruh
Fe-.52 8.3 jam FP-57 Stabil
Fe-54 Stabil Fe-58 Stabil
Fe-55 2.7 tahun Fe-59 54.5 hari
Fe-56 Stabil Fe-60 1.500.000 tahun

Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik. Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai “ionisasi energi” tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan), energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi–itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.

Fakta Kedua

Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:
• Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
• Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
• Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh al¬jumal dari kata “al”.
• Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi tingkat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat al Hadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
• Peneliti al-Qur’an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan “Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada” atau berarti juga “yang mempunyai 4 tingkatan energi”.
• Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan nomor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe¬56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
• Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882
• Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
• Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19.

5+7+2+5=19.

• Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur’an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
• Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib ka¬rena angka-angka tersebut merupakan:
• 57×29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +…+ 57 atau (19 x 87)
Kata “besi” dalam al-Qur’an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjuk¬kan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan 19.

Subhanallah, alangkah rapinya, Allah menyusun penjelasan melalui wahyuNya. Tidak ada manusia yang menyusun suatu uraian pada suatu objek dengan rangkaian yang menjelaskan setiap huruf dan posisinya justru pada objek itu sendiri. Memang benarlah, tantangan Allah kepada musia dan jin, tak akan mampu membuat satu surat pun, meskipun saling tolong menolong. Penyusunannya menggunakan ilmu Allah yang tak terpesepsikan luasnya oleh ciptaanNya.

sis 671/672 sis mirage 3 sisimedia linux mint 13 (ubuntu 12.04 dan ubuntu 12.10) resolusi 1366×768

Comments Off

Cara memperbaiki resolusi 1366×768 di linux mint 13 (ubuntu 12.04) untuk 32bits dan 64bits
#Pertama unduh dulu driver nya di  http://mirror.yandex.ru/mageia/distrib/2/i586/media/core/release/x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-1.20091203.11.mga2.i586.rpm (untuk 32bits) atau  http://mirror.yandex.ru/mageia/distrib/2/x86_64/media/core/release/x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-1.20091203.11.mga2.x86_64.rpm (untuk 64bits) lalu unduh dan simpan.
#Kedua ektrak hasil unduhan kemudian cari di folder /usr/lib/xorg/modules/drivers kita dapatkan “sisimedia_drv.so” lalu kita copi pastekan di sistim komputer kita, dengan cara membuka terminal
$ sudo cp sisimedia_drv.so /usr/lib/xorg/modules/drivers
#Ketiga membuat file “xorg.conf” untuk resolusi 1366×768 dan isinya sebagai berikut :
Section “Device”
Identifier     “Configured Video Device”
Driver         “sisimedia”
Option        “UseTiming1366″ “yes”
EndSection

Section “Monitor”
Identifier     “Configured Monitor”
EndSection

Section “Screen”
Identifier      “Default Screen”
Monitor        “Configured Monitor”
Device         “Configured Video Device”
EndSection
membuat file “xorg.conf” untuk “resolusi bukan 1366×768″ dan isinya sebagai berikut:
Section “Device”
Identifier     “Configured Video Device”
Driver         “sisimedia”
EndSection

Section “Monitor”
Identifier     “Configured Monitor”
EndSection

Section “Screen”
Identifier     “Default Screen”
Monitor       “Configured Monitor”
Device        “Configured Video Device”
EndSection
dan paste kan dengan cara buka terminal $ sudo cp xorg.conf /etc/X11 setelah selesai dan beres kita restart atau jika kita dalam keaadan live cd/dvd ataupun live usb, kita “log-out” komputer kita. Semoga berhasil dan lekas sembuh.
Catatan: Ada yang bilang bahwa driver ini jika di terapkan ke proyektor dan monitor akan menjadi bermasalah.
Driver ini sudah tidak mengakibatkan log-out ataupun hang seperti pada ubuntu 11.04 dan ubuntu 11.10 tentunya dengan pengaturan semisal “gstreamer-properties”, output video player lainnya. Untuk “linuxmint 13″ versi “mate” kita perlu menginstal terlebih dahulu “gnome-media”.
Jika kita ingin mengkorversi rpm menjadi deb kita perlu unduh dan instal alien dengan cara sbb:
Versi offline http://archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/a/alien/alien_8.86_all.deb
Versi online $ sudo apt-get install alien
Setelah terinstal selanjutnya
Agar lebih mudah kita tempatkan hasil unduhan di home kita, sebgai contoh yang kita mau konversi file x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-1.20091203.11.mga2.i586.rpm menjadi
x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-1.20091203.11.mga2.i586.deb
caranya ketik diterminal
$ sudo alien -d x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-1.20091203.11.mga2.i586.rpm
tekan enter dan tunggu beberapa saat.
setelah selesai dihome kita akan terbentuk file baru berupa
x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-1.20091203.11.mga2.i586.deb
cara instalnya cukup dobel klik pada file baru yakni
x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-1.20091203.11.mga2.i586.deb
Cukup mudah bukan.
Ini driver vga bukan 3D, ini driver tiada rotan akarpun jadi.
Untuk ubuntu 12.10
http://distrib-coffee.ipsl.jussieu.fr/pub/linux/MandrivaLinux/devel/cooker/i586/media/main/release/x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-2.20091203.12-mdv2012.0.i586.rpm 32bits
http://distrib-coffee.ipsl.jussieu.fr/pub/linux/MandrivaLinux/devel/cooker/x86_64/media/main/release/x11-driver-video-sisimedia-0.9.1-2.20091203.12-mdv2012.0.x86_64.rpm 64bits

« Older Entries