5. PRAKTEK BEKAM

BAGIAN V

LAMPIRAN

PERSIAPAN PROSES HIJAMAH (BEKAM)

SEBELUM HIJAMAH (BEKAM):

  1. KOSONGKAN PERUT SEKITAR 2 – 5 JAM.
  2. TIDAK BOLEH TERLALU LAPAR/KENYANG.
  3. PERBANYAK MINUM, TERUTAMA MANIS DAN HANGAT, MISAL MINUM MADU ATAU SUSU, KECUALI ADA PANTANGAN KARENA ADA PENYAKIT TERTENTU SEPERTI DIABETES.
  4. TIDAK BOLEH TERLALU LELAH/CAPAI.
  5. SEBAIKNYA DIHINDARI PEMBEKAMAN LANGSUNG SESUDAH MANDI AIR DINGIN
  6. DIANJURKAN SEBELUM BEKAM MANDI AIR HANGAT
  7. LEBIH BAIK JIKA SEHARI SEBELUMNYA TIDAK BERHUBUNGAN SUAMI-ISTRI.
  8. MENYAMPAIKAN SEMUA KELUHAN ATAU SAKIT YANG DIRASAKAN AGAR HAJJAM (PENGHIJAMAH) DAPAT MENENTUKAN DENGAN TEPAT JENIS PENYAKITNYA. LEBIH BAIK LAGI KALAU ADA CATATAN MEDIS DARI DOKTER/ PUSKESMAS/RUMAH SAKIT.
  9. BERNIAT MENGAMALKAN SUNNAH NABI.

SELAMA HIJAMAH (BEKAM):

  1. Dianjurkan membaca BACAAN DAN do’a ruqyah, JIKA TIDAK DAPAT MINTA KEPADA HAJJAM UNTUK MENUNTUN MEMBACA DO’A RUQYAH TERSEBUT.
  2. PERBANYAK DZIKIR KEPADA ALLAH SWT DENGAN MEMBACA: “Allahu Huwasy Syafi”, “Allah Yang Maha Menyembuhkan”, cukup dalam hati.
  3. MINUM AIR PUTIH.

SETELAH HIJAMAH (BEKAM):

  1. MINUM AIR MANIS, KECUALI BAGI YANG TERKENA DIABETES, LEBIH BAIK LAGI MERUPAKAN CAMPURAN AIR PUTIH, MADU, SUSU DAN HABBATUS SAUDA’.
  2. DIANJURKAN MANDI AIR HANGAT.
  3. BOLEH MAKAN KURANG LEBIH 1 JAM SESUDAH BEKAM, DENGAN MENGHINDARI MAKANAN DINGIN, ASIN, PEDAS DAN ASAM, BOLEH MAKAN MAKANAN KECIL/SEDIKIT.
  4. JANGAN LANGSUNG BEKERJA KERAS.
  5. ISTIRAHAT SECUKUPNYA, LEBIH BAIK LAGI TIDUR.
  6. MENGHINDARI BERJIMA’ SEHARI SETELAH DIBEKAM.
  7. MENGKONSUMSI HERBAL UNTUK KESEHATAN.

SISTEM PENCERNAAN

Beberapa keterangan tentang sistem pencernaan

  1. Saluran pencernaan adalah tabung otot sepanjang  kurang lebih 10 meter (33 kaki) yang dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Saluran ini sebenarnya merupakan bagian dari 2 sistem yang berbeda. Yang pertama adalah sistem pencernaan yang mengikutsertakan struktur dari mulut sampai usus halus. Yang kedua dari usus besar sampai anus yang berhubungan dengan pembuangan sisa makanan tak tercerna dan merupakan bagian dari sistem ekskresi/pembuangan.
  2. Sistem pencernaan adalah proses pengolahan makanan menjadi substansi yang dapat diserap dan digunakan tubuh untuk memperoleh energi, proses pertumbuhan dan regenerasi sel.
  3. Panjang sistem pencernaan dimulai dari mulut sampai ke anus adalah 8 – 9 meter. Usus 12 jari memiliki panjang 20 cm. Usus halus berdinding tipis sepanjang 6,5 meter adalah bagian yang terpanjang dan makanan melaluinya selama 24 – 30 jam, untuk diserap sari makanannya.
  4. Begitu makanan masuk melalui mulut, makanan diuraikan oleh enzim. Terdapat 20 macam enzim yang dibuat oleh tubuh manusia untuk mencerna zat gizi dalam makanan seperti lemak, karbohidrat, dan protein.  Sewaktu dikunyah, makanan dicampur dengan ludah yang antara lain dihasilkan oleh kelenjar ludah atas dan bawah. Ludah mengandung enzim yang membantu mengubah zat tepung menjadi zat gula.
  5. Makanan dalam mulut turun melalui esofagus ke dalam lambung, kemudian ke usus halus yang terdiri dari: duodenum, jejunum dan ileum. Dinding lambung menghasilkan ludah perut yang mengandung enzim pengubah protein yaitu pepsin. Sesudah protein dicerna, makanan meninggalkan lambung dan sedikit demi sedikit masuk ke dalam usus 12 jari. Makanan selanjutnya masuk ke usus halus, lalu usus besar dan berakhir di anus (rektum).
  6. Di dinding pangkal usus 12 jari bermuara saluran empedu yang berasal dari kantung empedu yang terletak di hati dan saluran dari pankreas. Pankreas juga disebut kelenjar ludah perut.
  7. Usus halus panjang dan berkelok-kelok, merupakan tempat utama penyerapan sari makanan. Makanan yang merupakan sisa sari makanan yang tak terserap di usus halus masuk ke usus besar.
  8. Dalam usus besar tidak lagi terdapat penyerapan sari makanan, melainkan penyerapan air dan pembusukan sisa makanan.
  9. Rongga perut dipisahkan dengan dengan rongga oleh sekat rongga perut yang disebut diafragma

10.  Lambung terdiri dari 3 bagian utama, yaitu bagian atas (cardial), bagian tengah (fundus), dan bagian bawah (pilarus).

11.  Lambung mempunyai bagian yang berfungsi mencegah re-flux (kembalinya makanan) yang disebut sphincter.

12.  Fungsi motorik lambung ada 3: 1) menyimpanan makanan, 2) mencampur makanan, dan 3) mendorong makanan masuk ke duodenum ( usus 12 jari)

13.  Getah lambung (HCl) dihasilkan oleh lambung bagian fundus dan mencapai 400 – 800 ml

14.  Getah pankreas mengandung enzim-enzim pencernaan yaitu tripsin, omilopsin dan lipase.

15.  Usus buntu adalah bagian usus yang sampai sekarang belum diketahui kegunaannya.

METABOLISME ZAT TEPUNG

Sepanjang siklus pencernaan, zat tepung dicerna menjadi glukosa oleh enzim amilase. Glukosa dibawa oleh darah ke hati. Jika kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi, hormon pankreas mengubah glukosa bebas menjadi glikogen yang kemudian disimpan di hati. Ketika kadar glukosa sedang rendah, kelenjar pankreas melepaskan hormon lain, yaitu glukogan yang kemudian membongkar glikogen yang tersimpan di hati menjadi glukosa.

Dalam proses pencernaan makanan, enzim membongkar karbohidrat menjadi glukosa, fruktosa dan galaktosa yang kemudian diabsorbsikan ke aliran darah di usus halus. Hati kemudian mengubah semua substrat tersebut menjadi glukosa. Glukosa akan disimpan sebagai glikogen dalam hati dan otot, dan dilepaskan ke sel untuk digunakan sebagai energi atau disimpan sebagai ATP (Adenosin Triphosphat). Hormon yang akan mengontrol kadar glukosa dalam darah.

PEMBULUH-PEMBULUH DARAH

Beberapa hal penting terkait dengan pembuluh darah

  1. Sesudah makanan diserap dalam bentuk sari makanan, maka sari makanan tersebut diedarkan ke seluruh sel-sel yang memerlukannya. Tugas pengedaran sari makanan itu dilakukan oleh pembuluh darah
  2. Oleh sel-sel sari makanan diambil zat-zatnya yagn diperlukan, kecuali itu juga dibakar untuk diambil energinya. Proses pembakaran sari makanan untuk memperoleh energi tersebut adalah oksidasi
  3. Alat yang bertugas memompa darah pembawa sari makanan tersebut adalah jantung.
  4. Dari seluruh bagian tubuh, darah dibawa kembali masuk ke jantung oleh pembuluh balik sebaliknya darah diedarkan dari jantung ke luar jantung atau ke seluruh tubuh melalui pembuluh nadi. Pembuluh nadi yang keluar dari jantung disebut pembuluh nadi besar/utama.
  5. Selepas dari jantung, darah tersebut perlu diisi oksigen lagi di paru-paru. Maka dari jantung darah dibawa melalui pembuluh darah paru-paru atau nadi paru-paru menuju ke paru-paru. Dalam paru-paru darah tersebut melepaskan karbondioksida hasil sisa oksidasi, sebaliknya menyerap kembali oksigen dari udara.
  6. Pembuluh balik yang membawa darah dari seluruh bagian tubuh bawah melalui pembuluh balik ginjal dan pembuluh balik paha.
  7. Pembuluh darah usus mempunyai tugas mengedarkan oksigen, sedangkan tugas menyerap sari makanan dibebankan ke pembuluh balik pintu.
  8. Dari usus, pembuluh balik pintu ini singgah di hati, dimana sebagian besar sari makanan disimpan.

JANTUNG

Beberap hal penting tentang jantung

  1. Jantung terletak dalam rongga dada di antara 2 paru-paru-paru, kiri dan kanan.
  2. Bagian atas jantung adalah serambi jantung, yaitu serambi kiri dan serambi kanan. Bagian bawah jantung adalah bilik jantung, yaitu bilik kiri san bilik kanan.
  3. Nadi besar berupa pembuluh yang keluar dari jantung.
  4. Pembuluh balik adalah pembuluh yang masuk ke jantung, pembuluh balik paru-paru masuk ke serambi kiri jantung, dan pembuluh balik atas maupun bawah masuk ke dalam serambi kanan jantung.
  5. Otot jantung serambi lebih tipis daripada otot bilik jantung
  6. Otot bilik kiri jantung bertugas memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh melalui bagian nadi besar. Otot bilik kanan jantung bertugas memompa darah ke paru-paru melalui nadi paru-paru.
  7. Serambi jantung bertugas menerima darah yang kembali ke jantung melalui pembuluh balik atas dan bawah dan pembuluh balik paru-paru. Serambi kanan mendapat darah dari pembuluh balik atas dan bawah, sedangkan serambi kiri memperoleh darah yang sudah dibersihkan dari pembuluh balik paru-paru.
  8. Urutan arah aliran darah: darah dari seluruh bagian tubuh masuk ke serambi kanan, lalu masuk ke bilik kanan, lalu darah dipompa dari bilik kanan menuju paru-paru, lalu darah dari paru-paru yang sudah dibersihkan dan kaya oksigen masuk ke serambi kiri, kemudian darah bersih ini masuk ke bilik kiri, akhirnya dari bilik kiri ini darah bersih dan kaya oksigen dipompa dan dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh nadi besar.

SISTEM LIMFA

Beberapa hal penting tentang limfa

  1. Limfa atau getah bening adalah cairan tubuh yang susunannya mirip susunan darah, hanya tidak mengandung sel darah merah. Warna cairannya bening kekuning-kuningan.
  2. Di dalam limfa terdapat banyak sel-sel darah putih, fibrinogen dan trombosit. Fibrinogen dan trombosit adalah zat dalam darah yang membantu pembekuan darah, karena itu limfa dapat membeku seperti halnya darah.
  3. Seperti halnya pembuluh darah, sistem limfa terbentuk dari pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh sampai pembuluh limfa kapiler. Pembuluh limfa kapiler ini berakhir sebagai pembuluh yang terbuka, sehinga cairan limfa menembusi sela-sela jaringan.
  4. Di dalam tubuh manusia terdapat dua bagian daerah limfa, yaitu pembuluh limfa kiri dan pembuluh limfa kanan.
  5. Pembuluh limfa kiri merupakan kumpulan pembuluh-pembuluh limfa bagian kiri kepala, dada kiri dan tangan kiri, bagian perut dan kaki.
  6. Pembuluh limfa kanan merupakan kumpulan pembuluh limfa bagian kanan kepala, dada kanan dan tangan kanan saja.
  7. Pada setiap percabangan pembuluh limfa umumnya mempunyai kelenjar limfa atau simpul limfa. Kelenjar limfa mengandung banyak sel-sel darah putih dan bertugas menyaring limfa dari kuman-kuman yang masuk, sehingga meluasnya kuman ke bagian tubuh lain dapat dicegah.

GINJAL

Sesudah pembuluh darah memberikan sari makanan trmasuk oksigen di sel-sel tubuh darah, sel-sel ini akan menyerap sisa-sisa oksidasi. Zat-zat sisa ini ada yang beracun dan harus dikeluarkan. Tugas penyaringan darah ini dilakukan oleh ginjal.

Ginjal manusia ada sepasang, ginjal kiri dan ginjal kanan. Di bagian atas masing-masing ginjal tersebut melekat suatu kelenjar, yaitu anak ginjal. Kelenjar anak ginjal menghasilkan suatu zat yang disebut hormaon adrenalin.